Belajar Sholeh
Saturday, November 2, 2013
Monday, January 17, 2011
Strategi Kaum Pagan Menuju The New World Order
Mungkin Anda akan terperanjat jika mengetahui fakta jika pemeluk agama terbanyak di
dunia di abad millennium ini adalah kaum pagan, sebuah agama kuno yang diperangi
para Nabi dan Rasul Utusan Allah SWT.
Salah satu indikasi hal tersebut adalah dipergunakannya simbol-simbol paganisme,
dalam arsitektur rumah ibadah, lafadz doa, hymne atau kidung, ritual, dan sebagainya.
Simbol salib misalnya, ini berasal dari simbol persilangan cahaya dewa matahari yang
banyak dijadikan tuhan oleh suku-suku kuno dari Mesir (Ancien Egypt) dan Roma
hingga Amerika Latin (Suku Maya dan Aztec), dari Jepun (Amaterasu) hingga India
(Btara Indra).
Pastor Herbert W. Amstrong, pemimpin Worldwide Church of God yang berpusat di AS
yang juga sebagai Editor in Chief majalah Kristen Plain Truth yang bertiras delapan juta
eksemplar tiap bulan, dengan jujur mengemukakan bahwa tanda salib memang berasal
dari simbol paganisme. Bukan itu saja, Natal yang diperingati oleh Gereja Barat setiap
tanggal 25 Desember pun oleh Amstrong dianggap sebagai kelanjutan dari ritual
penyembahan kelahiran anak Dewa Matahari (Sun of the God). Sebab itu, Sunday
dijadikan hari libur kaum Kristiani. ‘Sun’ berarti ‘Matahari’ dan ‘Day’ berarti ‘Hari’.
Ritual pemujaan kaum pagan terhadap Dewa Matahari memang banyak dilakukan di
hari Minggu (Sunday).
Pemujaan terhadap Dewa Matahari ini juga bisa dilihat dari arsitektur kota suci Vatikan,
pusat Gereja Katolik Barat, di mana sebuah tiang tinggi berdiri di pusat kota suci ini.
Obelisk merupakan simbol phallus dan menjadi sentral dari ritual pemujaan terhadap
Dewa Matahari. Obelisk ini berdiri di banyak kota dunia seperti Washington DC, Paris,
dan juga… Jakarta! (Monas).
Lalu konsep Trinitas sendiri yang oleh kaum Kristiani dianggap sebagai konsep yang
sakral juga berasal dari konsep paganisme kuno yang diwakili oleh Semiramis dan
anaknya (Pagan Babylonia), Devka dan Khrisna (Pagan India), Isis dan Horus (Pagan
Mesir), dan sebagainya.
Ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan setelah doa pun sesungguhnya berasal dari
nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya
Amun-Ra).
Peradaban pagan kuno memang telah terkubur bersama peralihan zaman dan juga
peperangan demi peperangan. Namun esensi dari kepercayaan banyak tuhan tersebut
tidaklah pernah mati, bahkan di abad millennium ini kepercayaan kuno tersebut menjadi
kepercayaan yang mendominasi umat manusia, tanpa banyak disadari. Simbol-simbol
pagan menjadi simbol-simbol yang paling popular di dunia ini, dan mewarnai seluruh—
SELURUH—institusi dunia seperti PBB dan sebagainya.
Bermula dari Iblis
Asal-muasal kaum pagan modern sekarang ini sesungguhnya berasal dari satu
kelompok kecil para pengikut iblis (baca Eramuslim Digest edisi “Genesis of
Zionism”), di mana sepanjang sejarah awalnya diwakili oleh mereka yang selalu
memusuhi dan memerangi para Nabi dan Rasul Allah SWT. Mereka adalah Samiri yang
memerangi Musa as. (Amerika pun menyebut dirinya dengan “Uncle Sam”), Namrudz
yang memerangi Ibrahim a.s., dan para pendeta Sanhedrin yang memerangi Isa a.s.
Mereka adalah Paulus (Yahudi dari Tarsus) yang mengubah esensi dasar agama Nasrani
dari yang hanya sebagai agama kaum Nabi Isa menjadi agama misi ke seluruh dunia.
Mereka adalah Abdullah bin Saba’ (Yahudi dari Yaman) yang memecah umat tauhid ini.
Mereka adalah Mustafa Kemal Attaturk (Yahudi dari Dumamah) yang menghancurkan
kekhalifahan Turki Utsmani. Mereka adalah Terrence E. Lawrence (Yahudi dari Inggris)
yang harum namanya di Saudi dan disebut sebagai Lawrence of Arabia. Mereka adalah
Snouck Hurgronje (Yahudi Belanda) yang pura-pura masuk Islam dan menggunakan
‘keIslamannya’ sebagai senjata untuk menghancurkan umat Islam Indonesia.
Strategi Hurgronje ini dikenal dengan istilah “Izharul Islam” atau “Pura-Pura Islam”
dan sekarang dipakai oleh banyak kaum liberalis, termasuk mereka yang mengaku-aku
sebagai kaum liberal Islam yang banyak mempromosikan ide-ide pluralisme
(keberagaman), hak asasi manusia, anti kekerasan, kebebasan, dan sebagainya. Jika
sekarang ini ada segolongan orang Islam yang mulai terjangkit virus “Pluralitas” maka
hal itu sesungguhnya mereka telah tercemar oleh keyakinan pagan, karena seorang
Muslim wajib “Fardhu’ain” hanya berpegang pada Tali Allah SWT dan Rasul-Nya.
Dalam tulisan bagian dua, akan dipaparkan awal sejarah kelompok pagan modern di
mana Adam Weishaupt, seorang Rabbi Yahudi yang berpura-pura menjadi Yesuit dan
kemudian meninggalkan kelompoknya untuk kemudian menjadi pemimpin Illuminati,
sebuah organisasi klandestin yang secara diam-diam menguasai perekonomian dan
perpolitikan dunia saat ini.
Part 2
Sejarah dunia mencatat bahwa Dinasti Rotschild merupakan dinasti paling terkemuka di
Eropa di abad pertengahan. Sir Meyer Amschel Rotschild merupakan sesepuh dinasti ini
yang juga disebuta sebagai Rotschild I. Keluarga Yahudi ini tinggal di sebuah rumah
besar di pojok Judenstrasse (Jalan Yahudi) di Bavaria (sekarang Jerman).
Kuat dugaan, Rotschild I merupakan pewaris kelompok Templar yang dibasmi dari
seluruh Eropa oleh Paus Clement IV dan Raja Perancis, King Philip le Bel, di tahun
1307. Pada 1314, Grandmaster terakhir Templar bernama Jaques de Molay dibakar
hidup-hidup hingga menemui ajal.
Saat dibasmi, Templar banyak yang menyelamatkan diri ke Skotlandia, satu-satunya
wilayah di Eropa yang tengah diekskomunikasikan dari Gereja. Namun Skotlandia
bukan satu-satunya tempat persembunyian Templar. Para Templar yang dikenal sebagai
jago-jago perang dan juga intelijen di abad pertengahan ini juga banyak yang menyusup
di sejumlah wilayah Eropa. Mereka yang bersembunyi di Portugis, Spanyol, dan Itali,
menanggalkan jubah Templarnya dan mengganti nama menjadi Knight of Christ. Yang
di Malta menjadi Knights of Rhodes atau Knights of Malta. Ada pula yang lari
bersembunyi di Bavaria dan menjelma menjadi Knights of Teutonik.
Penangkapan dan pengadilan atas Templar di Bavaria dilakukan dengan penuh
sandiwara dan tidak dilaksanakan dengan sepenuh hati. Sebab itu organisasi ini masih
eksis selama berabad-abad di Bavaria—dan juga secara klandestin di Eropa—dan
menemukan tokoh baru di wilayah baru ini, seorang Yahudi paganism kaya raya dan
dekat dengan praktek-praktek klenik dan okultisme seperti halnya Templar, bernama
Meyer Amschell Rotschild. Ada anggapan juga bahwa sesungguhnya Rotschild I ini
malah seorang tokoh Templar Klandestin sejak awalnya.
Di tahun 1773, Rotschild I mengundang 12 keluarga Yahudi terkemuka dunia untuk
berkumpul di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut, Rotschild I mengeluarkan dan
membacakan 25 butir strategi penguasaan dunia yang di dalam Kongres Zionis
Internasional I di Basel Swiss (1897) disahkan menjadi agenda gerakan Zionis
Internasional dengan nama Protocolat of Zions.
Selain itu, Rotschild juga memanggil dan memperkenalkan seorang Yahudi dari
Ingolstadt, Bavaria, anak dari seorang Rabi Yahudi yang menyembunyikan
keyahudiannya dan mengaku sebagai seorang Yesuit Katolik bernama Adam Weishaupt.
Orang ini tertarik pada pemikiran-pemikiran ajaran sesat Dinasti Kerajaan Perancis
terakhir, yang dalam The Holy Blood Holy Grail (1982) disebut sebagai Dinasti
Merovingian.
Awalnya, Rotschild menugaskan Weishaupt untuk memimpin Coven of Golden Dawn
(Fajar Keemasan), sebuah sekte mistik pribadi keluarga Rotschild yang masih aktif
sampai dengan hari ini. Kemudian, di dalam pertemuan tersebut, Rotschild menunjuk
Weishaupt untuk membentuk dan memimpin sebuah sekte mistik kuno Bavaria bernama
Illuminati (Yang Tercerahkan, kaum gnostis sendiri menyebut Maria Magdalena sebagai
The Illuminatrix). Illuminati merupakan sekte Luciferian (iblis) yang memiliki arti Sang
Pembawa Cahaya.
Di dalam struktur keanggotaan Illuminati, lapisan tertinggi berada dalam kelompok
Areopagites atau Tribunal yang memegang kendali atas sekte. Mereka inilah yang
berhak hadir dalam pertemuan-pertemuan rahasia.
Nesta Helen Webster dalam World Revolution: The Plot Against Civilisation (1921)
menyebut bahwa keahlian Illuminati adalah dalam seni menipu dan memanipulasi, yang
memanjakan dan menggerakan mimpi-mimpi orang-orang lugu dan memprovokasi serta
mengarahkan mimpi-mimpi orang fanatic dengan memuji-muji dan mendongkrak
keangkuhan serta kesomboingan intelektualitas mereka. Illuminati mempermainkan
ketidakseimbangan otak manusia, dengan mendorong ambisi dan nafsu kekuasaan serta
memandang rendah idealisme dan nilai-nilai luhur. Syahwat kekuasaan merupakan
mainan utama dari Illuminati sejak dulu hingga millennium ketiga ini. Siapa pun yang
terpengaruh akan provokasinya, secara sadar atau tidak, telah menjadi pelayan bagi
kelompok pemuja setan ini.
Webster menegaskan, “Tujuan utama Illuminati adalah untuk kekuasaan dan kekayaan.
Mereka memiliki tujuan untuk menguasai seluruh dunia dan seluruh umat manusia
dengan jalan menghancurkan pemerintahan yang religius maupun yang sekuler.
Illuminati akan bertahta dalam satu tatanan dunia yang sama sekali baru yang
dinamakan sebagai The New World Order.”
Guna menuju penguasaan dunia, Illuminati mempergunakan semboyan “Tujuan
Menghalalkan Cara”. Walau demikian, ada dua senjata utama mereka untuk
mempengaruhi atau menundukkan sasaran, terutama politikus, pejabat militer, dan juga
para penguasa, termsuk anggota legislatif. Yakni dengan uang dan seks.
Dalam tulisan ketiga akan dipaparkan kisah penyatuan sekte Illuminati dengan gerakan
Freemasonry, keduanya gerakan Yahudi paganis, dan juga kisah tentang Baron Franz
Friedrich Knigge yang pada tahun 1780 direkrut menjadi anggota dan keluar dari sekte
tersebut.(rd/bersambung)
Part 3
Illuminati modern lahir di Bavaria pada tahun 1773, tiga tahun sebelum para tokoh
Mason menandatangani piagam kemerdekaan Amerika Serikat. Sebelum Illuminati
‘lahir’, gerakan paganis bernama Freemasonry telah dahulu ada di Eropa dan
berkembang dengan pesat di sana. Nyaris semua negara dan kerajaan di Eropa tersentuh
oleh gerakan Freemason yang lahir di Skotlandia pada sekitar tahun 1314-an.
Para tetua pagan Yahudi seperti Rotschild melihat bahwa strategi mereka akan bisa lebih
efektif dan cepat tercapai bila Illuminati dan Freemasonry bersatu. Sebab itu, pada tahun
1780, Baron Franz Friedrich Knigge direkrut menjadi anggota Illuminati dan dengan
cepat menjadi salah satu tokoh penting Illuminati Eropa. Sebelumnya, Knigge ini
merupakan salah satu tokoh sentral Freemasonry Eropa. Atas usahanya inilah, keduanya
bias dipersatukan dan menjadi organisasi klandestine okultis yang begitu efektif, tidak
saja di Eropa namun menggapai daratan Amerika dan lainnya.
Penyatuan Illuminati dan Freemasonry “diresmikan” dalam Kongres Wilhelmsbad pada
29 Agustus 1782 di mana Adam Weishaupt dan Knigge memimpin kongres tersebut.
Semua yang hadir disumpah untuk tidak membocorkan kepada siapa pun, termasuk
kepada anggota keluarga terdekat, apa saja yang terjadi dan diputuskan dalam
pertemuan rahasia tersebut.
Comte de Vireu, seorang Masonik dari Lodge du Martinist di Lyons, Perancis Selatan—
sebuah wilayah yang kental dengan nuansa Esoteris dan gerejanya memuja Yohanes
sebagai Sang Kristus serta Maria Magdalena sebagai The Illuminatrix (Yang
Tercerahkan), ikut hadir dalam Kongres di Wilhelmsbad. Sepulangnya dari acara, dia
ditanya oleh isterinya tentang apa saja yang dibahas dalam pertemuan.
Terikat dengan sumpah setia, dan tentu saja ancamannya, Comte de Virieu hanya
menyatakan bahwa apa yang terjadi dalam kongres sungguh-sungguh mengerikan.
“Semua yang terjadi, adalah jauh lebih serius dari apa yang pernah kalian bayangkan
selama ini. Konspirasi yang disusun telah benar-benar dirancang dengan sangat matang,
sistematis, dan penuh dengan kejutan. Banyak orang penting terlibat dan tentunya dana
yang disediakan juga tidak terbatas. Saya berkeyakinan, seluruh kerajaan dan gereja di
Eropa ini tidak akan mampu membendung konspirasi tersebut. Ini benar-benar
menakutkan, ” ungkapnya.
Atas desakan isterinya dan juga sejumlah kolega, akhirnya de Virieu menyatakan keluar
dari perkumpulan.
Dengan sangat licin, Illuminati yang telah bersatu dengan Freemasonry terus bergerak.
Mereka berada di belakang setiap revolusi, peperangan, dan peristiwa besar dunia.
Nyaris semua pergantian penguasa di sejumlah negeri besar Eropa dan Amerika tidak
lepas dari tangan kotor mereka.
Menundukkan Tiga Agama Besar
Satu hal yang jarang diketahui umum, gerakan paganis Yahudi yang juga disebut
sebagai kaum Talmudian ini merupakan gerakan untuk menghancurkan semua agama
langit. Taurat Musa mereka ganti dengan Talmud; Ajaran Nabi Isa a.s. dikotori dengan
tangan Paulus, Yahudi dari Tarsus; dan ke dalam Islam mereka menyusupkan Abdullah
bin Saba’, Yahudi dari Yaman yang mengaku-aku sebagai pembela keluarga Ali r.a. dan
mengajarkan pengikutnya agar hanya mencintai Ali r.a. dan mengecam ketiga sahabat
Nabi SAW lainnya seperti Abu Bakar r.a., Umar bin Khattab r.a., dan Ustman bin Affan
r.a.
Mereka ini memiliki dendam kesumat terhadap Gereja yang telah menumpas para tetua
mereka pada tahun 1307. Sebab itu mereka berupaya agar Gereja bisa ditundukkan dan
menjadi pelayan kepentingan mereka. Salah satu bukti adalah surat balasan dari Rabi
Yahudi di Konstantinopel kepada warga Yahudi yang tinggal di Arles, Perancis, yang
menyatakan, “Jadilah kamu pemeluk Kristen, namun tetaplah pelihara Talmud di dalam
hatimu. Agar kamu bisa menghancurkan mereka dari dalam…”
Konspirasi mereka tetap berjalan dengan penuh kerahasiaan. Satu persatu negeri-negeri
besar jatuh dalam cengkeraman mereka. Dari daratan Eropa, mereka menjangkau
Amerika, dan juga seluruh dunia. Sejarah dunia yang kita kenal sekarang merupakan
hasil kerja mereka. Hanya saja, sejarah resmi tidak pernah mencatat bahwa semua ini
merupakan hasil dari kerja keras mereka, karena industri penulisan dunia pun dimiliki
oleh jaringan mereka.
Tulisan bagian empat akan membahas konspirasi mereka di abad ke-20, di mana mereka
berusaha menaklukkan dunia lewat peperangan dan pendirian lembaga-lembaga
internasional seperti PBB, World Bank, dan sejenisnya. Salah satu program PBB yang
akan dibahas nanti adalah tentang Codex Alimentarius, sebuah program pengendalian
populasi manusia di mana Rockefeller menjadi salah satu penggeraknya.
(bersambung/rd)
Part 4
Peperangan atau konflik berskala luas merupakan ‘barang mainan’ kaum Konspirasi
sejak lama. Berbagai revolusi besar dunia seperti revolusi Inggris dan Perancis,
memang sengaja dirancang oleh mereka. Bahkan banyak literatur menyatakan jika
Jenderal Albert Pike, seorang Jenderal AS dalam Perang Saudara yang gemar dengan
segala sesuatu yang bersifat mistis, jauh-jauh hari telah merancang skenario perang
dunia sampai tahap Perang Dunia II yang dirancangnya terjadi di abad millennium
ketiga ini.
Memasuki abad ke-21, setelah menggelar Konferensi Zionis Internasional I di Basel,
Swiss, pada tahun 1897, yang mengesahkan Protocolat Zionis sebagai agenda bersama
gerakan Konspirasi untuk menguasai dunia. Emas dan propaganda merupakan dua
komponen utama yang dipergunakan sebagai senjata kelompok ini.
Nyaris seluruh Eropa telah berada dalam cengkeraman kuku-kuku mereka. Demikian
pula dengan Amerika Serikat. Namun mereka menghendaki agar Eropa bisa didesain
ulang sesuai dengan kepentingan mereka, yakni Eropa yang tidak bersatu dan penuh
konflik di dalamnya. Sebab itu, pecahlah Perang Dunia I yang disusul pula dengan
Perang Dunia II. Kedua perang besar dengan korban puluhan juta nyawa manusia ini
diangap berhasil guna mendesain ulang peta politik dan perekonomian dunia.
Pasca Perang Dunia II, mesin propaganda Konspirasi menanamkan kepada otak seluruh
manusia—terutama Barat—bahwa bangsa Yahudi telah dibuat begitu menderita dalam
perang tersebut dengan terjadinya upaya pembasmian etnis Yahudi yang dilakukan Nazi
Jerman. Tragedi Holokous dijadikan berhala baru dalam peta politik dunia di mana tidak
seorang pun boleh mempertanyakan keabsahannya. “Dengan adanya mitos holokous ini,
Barat yang dibuat merasa begitu berdosa diperas habis-habisan oleh kekuatan ini, ”
demikian Prof. Norman G. Finkelstein dalam bukunya “The Holocoust Industry”.
Bangsa Yahudi pun telah berhasil mendirikan “Negara” di atas tanah milik bangsa
Palestina dengan dukungan lobi politik Negara-negara Barat.
Guna melicinkan jalan menguasai dunia, maka Konspirasi mendirikan sebuah badan
super power yang seluruh kebijakannya berada dan berlaku di atas kebijakan negaranegara
yang ada yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations). PBB didirikan di
San Francisco, AS, pada 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di
Washington, DC. Sidang Umum yang pertama, dihadiri wakil dari 51 negara,
berlangsung pada 10 Januari 1946 di London. Sebelumnya PBB ini bernama Liga
Bangsa-Bangsa.
Badan Internasional ini diperlengkapi dengan lembaga-lembaga di bawahnya yang
mencakup hampir semua bidang kehidupan manusia di bumi ini, seperti kesehatan
(WHO), pangan (FAO), perbankan atau perekonomian (World Bank dan IMF), dan
sebagainya. Sesungguhnya, PBB ini merupakan satu rintisan ke arah tatanan dunia baru
yang menghendaki adanya satu super pemerintahan yang berhak mengatur negaranegara
lainnya.
Dalam perjalanannya, PBB terbukti menjadi alat bagi kepentingan imperialisme Barat
terhadap negeri-negeri selatan. Dalam segala hal, PBB senantiasa mengambil kebijakan
yang menguntungkan kaum Konspirasi. Jika pun ada resolusi yang keluar bagi Israel,
misalnya, maka hal tersebut hanyalah sebuah resolusi di atas kertas yang tidak memiliki
dampak apa pun terhadap Israel. Namun jika ada satu saja resolusi PBB bagi negerinegeri
Islam, maka resolusi itu wajib dipatuhi dan dilaksanakan, bahkan jika perlu
dengan ancaman senjata dari negara besar seperti AS dan sekutunya.
Kontrol Populasi Dunia
Begitu banyak fakta-fakta konspirasi dan ketidakadilan menyangkut PBB. Namun ada
satu konspirasi PBB yang luput dari perhatian khalayak ramai yakni tentang rencana
Konspirasi untuk mengurangi populasi dunia sehingga dunia ini hanya dihuni oleh 500
juta manusia. Hal ini berarti pengurangan sekitar 93% penduduk dunia.
Hal tersebut berangkat dari pemikiran bahwa dunia dengan segala kekayaan alamnya,
dengan seluruh ekosistemnya, rantai makanannya, serta sistem alamiah yang ada, tidak
akan sanggup untuk menopang kehidupan umat manusia sebanyak sekarang—sekitar 6
miliar orang—dengan baik. Untuk menciptakan satu dunia yang lebih baik, maka
diperlukan pengurangan jumlah populasi umat manusia sebanyak 93%-nya atau dunia
ini hanya mampu untuk menopang kehidupan 500 juta manusia.
Yang unik, Desember 2012 merupakan waku yang ditentukan oleh pihak Konspirasi
untuk memulai program ini secara besar-besaran. Belum ada satu pun pihak yang
mengetahui secara pasti mengapa Konspirasi mematok awal program yang akan
mengurangi jumlah umat manusia secara drastis ini pada Desember 2012.
Temuan-temuan berkenaan dengan waktu tersebut sungguh mengagetkan. Berabad
silam, suku bangsa kuno seperti Suku Maya, Suku Hopi, Kaliyuga, Aztec, dan juga
Mesir Kuno telah meramalkan di dalam sistem kalender kuno mereka jika pada akhir
tahun 2012 dunia lama akan berakhir dan dunia baru akan muncul. Perhitungan sukusuku
kuno ini berdasarkan pada pergerakan bintang-bintang dan berbagai ramalan mistis
yang ada.
Di abad milenium, ketika sebagian dinding Pentagon hancur ditabrak misil yang mirip
sebuah pesawat jet kecil pada tanggal 11 September 2001 (baca Eramuslim Digest edisi
911 tentang kebohongan-kebohongan AS soal peristiwa WTC), segelintir elit AS yang
juga merupakan tokoh-tokoh Konspirasi Paganisme Modern ini menginginkan agar
Pentagon diubah dan dimodernisasi lebih canggih lagi dengan berbagai peralatan yang
terkomputerisasi.
Batas waktu bagi upaya modernisasi Pentagon ini adalah Desember 2012!
Part 5
Kontrol populasi merupakan praktek paling dasar dari ritual kaum pagan guna
menyeimbangkan manusia dengan alam, yaitu bumi (Gaia). Pihak Konspirasi yang
merupakan pewaris ritual agama pagan kuno—sebab itu disebut juga sebagai
Paganis Modern—meneruskan usaha ini demi memelihara Gaia bagi mereka.
Jika kaum pagan kuno seperti suku Aztec, Mesir Kuno, Maya, Kaliyuga, dan Indian
Hopi dengan sistem kalender sonar-nya meramalkan kehancuran fase lama pada 31
Desember 2012. Maka kaum pagan modern ini juga menjadikan tanggal tersebut
sebagai fase yang penting bagi sejarah gerakan panuang mereka. Momentum akhir
Desember 2012 dijadikan tonggak berakhirnya Pentagon lama dan kemunculan
Pentagon baru, lalu dimulainya fase pengurangan populasi umat manusia sampai
dengan 90%-nya hingga dunia menyisakan sekitar 500 juta manusia di dalamnya, dan
sebagainya.
Kontrol populasi ini sudah diterapkan sejak bertahun-tahun lalu melalui serangkaian uji
coba dan strategi, antara lain program Keluarga Berencana (KB), yang sampai detik ini
ditentang oleh Gereja Katolik. Sikap Gereja sesungguhnya bukan semata alasan bahwa
program tersebut seolah mendahulu takdir Tuhan, namun Gereja yang memang sejak
lama menjadi musuh bagi Konspirasi (ingat penumpasan Templar di tahun 1307),
mengetahui secara pasti akal licik di balik program dunia tersebut.
Strategi kontrol populasi tidak hanya lewat program KB, namun juga lewat rekayasa
genetis, yang gencar dilakukan terhadap tumbuhan dan hewan. Dari upaya ini dikenal
istilah-istilah seperti makanan transgenik dan sebagainya. Dari upaya rekayasa genetika
inilah berbagai penyakit baru bermunculan dan menyerang manusia, bahkan di banyak
tempat menjadi wabah yang dalam tempo cepat membunuh banyak manusia.
Salah satu yang menjadi sorotan banyak pakar kesehatan adalah penggunaan bahanbahan
kimiawi hasil rekayasa genetika yang disisipkan dalam aneka makanan dan juga
pupuk tanaman. Bahan-bahan yang kelihatan kecil dan sepele ini dalam waktu yang
lama akan menumpuk di dalam tubuh atau di dalam aliran darah, dan dalam jangka
waktu tertentu menjadi penyakit yang sangat sulit untu disembuhkan. Belum lagi jenisjenis
bahan transgenik lainnya yang mampu menghilangkan fungsi-fungsi luhur
manusia.
Salah satu forum internasional yang membahas masalah ini adalah pertemuan National
Association of Nutrition Professional (NANP- 2005 Conference). Dalam presentasinya
yang berjudul “Codex and Nutricide’, Dr. Rima Laibow dari Natural Solutions
Foundation (bisa dilihat di www.HealthFreedomUSA.org) mengatakan, “…mereka
yang menguasai makanan akan menguasai dunia… Mereka telah mengatakan pada
tahun 1962 bahwa Proyek Codex Alimentarius secara global akan diimplementasikan
pada 31 Desember 2009. Ini merupakan semacam cetak biru. Proyek Dunia ini
diarahkan oleh WHO dan FAO, dua lembaga dunia di bawah PBB yang membidangi
masalah kesehatan dan pangan…”
Dalam ceramahnya, Dr. Laibow tiba-tiba menyuruh para hadirin untuk diam dan
mengencangkan ikat pinggang. Dia kemudian berkata, “Di tahun 1994, diam-diam,
tanpa sepengetahuan masyarakat luas Amerika, Codex menyatakan bahwa Gizi adalah
racun, yang berarti berbahaya dan harus dihindari. Di bawah ketentuan Codex, semua
sapi perah di muka bumi ini WAJIB diinjeksi dengan hormon pertumbuhan yang
diproduksi oleh satu-satunya perusahaan yakni Monsanto. Dan lebih jauh lagi, semua
hewan ternak yang digunakan sebagai bahan makanan di planet ini harus disusupkan
bahan anti biotik khusus dan hormon pertumbuhan buatan.”
Dr. Laibow melanjutkan, “Menurut perhitungan WHO dan FAO, jika proyek mereka ini
terus berjalan tanpa hambatan berarti, WHO dan FAO memproyeksikan—ini terdapat
dalam panduan mineral dan vitamin mereka—ketika diimplementasikan pada 31
Desember 2009, maka akan berdampak pada minimum kematian sekitar 3 miliar jiwa.
Satu miliar lewat kematian secara langsung, mereka ini adalah orang-orang yang gagal
di mata para korporasi dunia dan sisanya, 2 miliar jiwa, akan menemui kematian akibat
penyakit yang sesungguhnya bisa dicegah, yakni kurang gizi.”
Lantas, siapa yang akan tetap hidup—dalam bahasa Darwin, “Survival of the fittest”?
Dr. Laibow berkata, “Hanya mereka yang kaya, yang mampu menyuplai gizi dan
vitamin dalam makanan mereka yang akan tetap bisa hidup.”
Kecemasan Dr. Laibow bukanlah kecemasan seorang awam. Ada banyak Laibow-
Laibow lain seperti itu disebabkan fakta dan bukti yang sukar dibantah mengenai hal
tersebut. PBB sendiri telah mengeluarkan lusinan dokumen resmi yang meminta
pengurangan populasi dunia hingga 80%-nya. Salah satunya di dalam Konferensi
Perempuan Sedunia di Beizing (1997), di mana Kepala FAO dengan tegas menyatakan,
“Kami akan menggunakan makanan sebagai senjata melawan masyarakat.”
Dengan kata lain, PBB dalam hal ini lewat FAO dan WHO akan mempergunakan
makanan, termasuk bahan-bahan yang akan masuk ke dalam tubuh manusia, sebagai
bagian dari senjata ampuh yang besar dan kompleks, bernama “Kontrol Populasi”.
Digunakan untuk mengurangi jumlah populasi dunia, seperti yang diamanatkan kaum
Pagan Kuno berabad silam.
Dalam tulisan keenam akan dipaparkan beberapa zat aditif berbahaya yang disusupkan
ke dalam bahan makanan dan juga bahan-bahan kesehatan, namun dikatakan oleh
berbagai lembaga internasional sebagai zat aditif yang berguna dan menguntungkan
bagi kesehatan tubuh.
Part 6
Kini tutuplah mata kita, dan begitu kita buka kembali, hilangkan semua persepsi dan
paradigma yang ada. Kita akan bisa melihat dengan jelas jika kini berbagai upaya
menghabisi ras manusia tengah terjadi di depan dan sekeliling kita.
Berbagai penyakit baru terus bermunculan menghinggapi manusia dan parahnya belum
ditemukan obat yang paten yang mampu menyembuhkan secara total, seperti halnya
virus HIV, dan juga Virus H5N1 dalam kasus Flu Burung. Kita tentu ingat, setiap kali
ada korban meninggal akibat virus ini, media massa baik cetak maupun elektronik
senantiasa menyebutnya sebagai ‘Suspect Flu Burung’ alias baru diduga, bukan
dipastikan.
Di lain sisi, obat-obatan kimiawi yang diproduksi oleh dunia medis dan direkomendir
oleh para dokter ternyata juga tidak bebas dari efek samping. Obat untuk sesuatu
penyakit ternyata jika digunakan secara kontinyu akan menimbulkan penyakit lain.
Penyakit utama yang diderita pun bisa jadi bertambah kuat dan sebab itu membutuhkan
dosis dari obat yang sama yang lebih besar lagi agar penyakit atau virus atau kuman
yang lebih kuat bisa dibasmi.
Parahnya, aneka bahan konsumsi manusia yang berasal dari alam pun ternyata dewasa
ini sudah jauh dari nilai sehat. Sayuran dan buah-buahan misalnya, dalam perawatannya
selalu disemprot dengan herbisida atau insektisida yang tidak aman bagi manusia.
Belum lagi zat pengawet yang biasa diberikan kepada sayuran dan buah-buahan impor
agar lebih tahan lama dan tidak mudah busuk, juga menambah daftar zat kimia
berbahaya yang dipastikan akan ikut masuk ke dalam tubuh manusia jika dikonsumsi.
Lama-kelamaan, zat-zat yang jumlahnya mungkin sangat kecil ini, bisa menjadi besar
karena mengendap di dalam tubuh dan menjadi bibit penyakit.
Satu contoh, seorang perempuan yang sejak muda sering mengkonsumsi mie instan atau
penganan pabrik yang mengandung Mono Sodium Glutamat (MSG) alias bahan
penyedap atau penguat rasa yang lazim ditambahkan ke dalam banyak sekali penganan
produk pabrik, lima sampai sepuluh tahun ke depan pasti akan tumbuh kista di dalam
tubuhnya yang bisa jadi bertambah ganas menjadi tumor. Banyak sekali kasus ini di
dunia dan juga di Indonesia.
Ironisnya, penggunaan MSG oleh media massa malah dipromosikan secara besarbesaran
sebagai zat yang mampu mendongkrak rasa dan kenikmatan sebuah makanan,
namun tidak dipaparkan secara jujur efek samping membahayakan bagi tubuh manusia.
Berbagai penelitian dari dunia medis tentang bahaya MSG pun tidak disosialisasikan
secara massal. Akibatnya, hanya orang-orang tertentu yang care terhadap kesehatan-lah
yang berusaha sekuat tenaga menghindari penggunaan zat aditif tersebut. Sedangkan
kalangan bawah yang tertutup akses informasi (karena buku atau pendidikan mahal
harganya), dan kelompok ini jauh lebih besar kuantitasnya, tidak mengetahui akan
bahaya tersebut dan terus-menertus mengkonsumsi penganan yang tidak sehat tersebut.
Akibatnya, berbagai penyakit mereka derita dan biasanya kematian selalu menjadi akhir
dari cerita mereka karena untuk berobat ke dokter pun mereka tidak memiliki cukup
uang.
Satu contoh lagi tentang zat aditif. Tahukah Anda jika setiap ayam goreng yang
disajikan oleh berbagai resto fastfood ternama dunia merupakan ayam yang dari telur
hingga dewasa dan dipotong, masa hidupnya tidak sampai dua bulan? Ayam tersebut
besar dengan cepat disebabkan suntikan hormon yang diberikan secara berkala dengan
jumlah yang besar. Hormon tersebut tidaklah hilang tatkala ayam tersebut digoreng.
Hormon itu tetap ada dan masuk ke dalam perut kita saat kita menyantapnya. Inilah
penjelasan mengapa anak-anak remaja sekarang banyak yang menderita obesitas dan
berbagai macam penyakit. Jika masih ragu, tontonlah film semi dokumenter yang cukup
menghibur berjudul ‘Super Size Me’ yang disutradarai Morgan Spurlock dari AS.
Coba sekarang tutup mata kita, dan begitu kita buka kembali, hilangkan semua persepsi
dan paradigma yang ada. Kita akan bisa melihat dengan jelas jika sekarang ini berbagai
upaya menghabisi ras manusia tengah terjadi di depan dan sekeliling kita, lewat
peperangan, propaganda media massa, hegemoni ekonomi, penyakit, konflik, makanan,
dan bahkan obat-obatan. Apakah ini berjalan dengan sendirinya? Tentu sangat naif jika
kita mengira demikian.
Fluoride
Zat kimia ini secara umum dipersepsikan orang sebagai zat ampuh untuk memperkuat
tulang gigi. Sebab itu, zat ini banyak disisipkan di dalam pasta gigi. Bahkan 66%
cadangan air minum warga AS telah dicampuri zat ini secara sengaja. Benarkah fluoride
berguna?
Jawaban yang ada mungkin akan mengejutkan kita semua. Fluoride telah diteliti banyak
pakar kesehatan dan ternyata ditegaskan mengandung bahan berbahaya bagi tubuh.
Antara lain bisa menyebabkan kanker tulang, oestoporosis, masalah persendian,
turunnya kadar testoteron dan estrogen, dan sanggup mengkorosi lapisan enamel gigi.
Bahkan dikatakan jika fluoride lebih merusak gigi ketimbang garam.
Sekarang, pergilah ke toko atau super market yang ada. Carilah racun tikus. Dan
lihatlah, apa bahan utama pembuat racun tikus? Yakni Sodium Fluoride. Ini adalah zat
kimia ionik yang paling beracun setelah Potasium Dikromat. Saat ini, perusahaanperusahaan
besar yang bergerak dalam bisnis air minum dalam kemasan diketahui telah
memasukkan fluoride ke dalam produk air minum dalam kemasan mereka. Hal ini
dilakukan tanpa membubuhkan keterangan sedikit pun dalam label kemasannya.
Dunia medis juga telah mengetahui jika fluoride juga digunakan sebagai obat anti
depresan, yang menghilangkan agresifitas dan motivasi manusia, termasuk menurunkan
hasrat untuk berkembang-biak. “Fluoride memang tidak memiliki faktor yang
menguntungkan secara biologis, ” tegas Dr. Rima Laibaow dari Natural Solutions
Foundation.
Part 7
Bahan kontroversial ini sekarang telah disusupkan ke dalam puluhan ribu produk
makanan, suplemen vitamin, dan minuman ringan. Padahal banyak penelitian
menyebutkan jika bahan ini bisa menyebabkan sakit kepala, tumor otak, dan limpoma.
Penggunaan Fluoride hanyalah salah satu bagian dari banyak sekali contoh betapa
bahan berbahaya disusupkan ke dalam bahan-bahan yang dipergunakan manusia dan
bisa masuk ke dalam tubuhnya. Selain Fluoride, kita tentu juga akrab dengan aspartame
atau aspartamin, tanpa kita sadari. Untuk yang satu ini, mungkin kita masih merasa
asing dengan namanya, tapi kami yakin jika bahan kimia tersebut sangat akrab dengan
kehidupan kita sehari-hari.
Aspartame atau aspartamin merupakan bahan kimia yang secara populer disebut
sebagai bahan pemanis buatan pengganti gula. Gula memang tidak baik bagi kesehatan
manusia, namun zat penggantinya ini ternyata menyimpan potensi kejahatan yang jauh
lebih mengerikan. Ironisnya, sejak pertengahan tahun 1995, penggunaan aspartame dari
AS telah meluas ke seluruh dunia.
Bahan kontroversial ini sekarang telah disusupkan ke dalam puluhan ribu produk
makanan, suplemen vitamin, dan minuman ringan. Padahal banyak penelitian
menyebutkan jika bahan ini bisa menyebabkan sakit kepala, tumor otak, dan limpoma.
Pada tahun 2004, sebuah film dokumenter berjudul “Sweet Misery: A Poisoned World”
dengan jelas memperlihatkan bahayanya zat kimia tersebut.
Jika Anda masuk ke supermarket, daftar bahan pemanis buatan ini dengan mudah akan
Anda dapati di bagian komposisi suatu makanan atau minuman manis, seperti halnya
penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) yang juga berbahaya bagi kesehatan.
Beberapa penelitian menyebutkan aspartame sama berbahayanya dengan racun sianida
atau pun arsenik yang secara langsung menyerang jaringan syaraf manusia, yang dapat
menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Hanya saja aspartame bereaksi lebih lama
dari sianida maupun arsenik. Nama arsenik sendiri di Indonesia belakangan kembali
populer seiring tragedi kematian aktivis HAM Munir yang diracun oleh seseorang
dengan penggunaan arsenik.
Di Amerika Serikat, negara besar dengan masalah kesehatan serius salah satunya adalah
masalah obesitas (kegemukan), bahkan kota Houston disebut sebagai kota orang-orang
gemuk AS, berbagai laporan mengenai aspartame cukup mengerikan. Salah satunya
adalah grafik kasus kanker payudara yang menunjukkan peningkatan yang selaras
dengan peningkatan penggunaan aspartame dalam produk makanan jadi. Hal ini kian
memperkuat mengapa pemanis buatan ini harus dicurigai.
Sebelumnya, pemanis buatan berasal dari Saccharin. Zat ini ditemukan pertama kali
pada tahun 1879. Pemanis buatan yang kurang dikenal ini tiba-tiba saja menjadi bahan
pokok warga sipil ketika semua gula yang ada habis karena dikirim ke medan perang
untuk konsumsi para tentara pada Perang Dunia I. Namun saat meletus Perang Teluk
tahun 1991, sakarin tidak lagi digunakan melainkan diganti oleh aspartame. Zat inilah
yang dikirim ke Teluk untuk para tentara dalam bentuk bermacam-macam, antara lain
dalam kemasan softdrink diet soda. Panasnya terik matahari wilayah Teluk
mengkatalisasi proses kimia yang memecah aspartame menjadi komponen-komponen
mautnya. Banyak kalangan curiga jika aspartame adalah biang keladi Gulf War
Syndrome, penyakit yang menggerogoti veteran Perang Teluk dengan gejala-gejala
seperti sakit kepala, gangguan pernafasan, dan rasa lelah yang berlebihan.
Pakar nutrisi Dr. Rita Laibow dalam acara yang sama (lihat tulisan bagian sebelumnya)
dan dalam banyak makalahnya menyatakan jika penggunaan aspartame merupakan
salah satu bagian dari strategi pengurangan populasi dunia, seperti halnya penggunaan
Fluoride dan MSG.
Steroid Bagi Ayam Goreng
Tahukah Anda jika ayam goreng yang biasa kita jumpai di resto-resto fastfood (baca:
junkfood) internasional siklus hidupnya sangat singkat. Dari bentuk telur hingga dewasa
tidak sampai memakan waktu dua bulan! Ini dimungkinkan dengan penyuntikan zat
hormon yang disebut steroid yang kontinyu ke dalam tubuh ayam tersebut.
Hal ini sudah lazim dilakukan peternakan-peternakan ayam potong yang tersebar di
negeri ini, terlebih bagi peternakan-peternakan ayam yang menjadi rekanan kedai-kedai
fastfood seperti McD, KFC, dan sebagainya.
Seorang rekan kami yang pernah bertandang ke lokasi peternakan ayam-ayam tersebut
menyatakan, “Anda akan tidak mau lagi makan ayam goreng di sana jika mengetahui
kondisi ayam-ayam yang ada di peternakannya. Ayam-ayam itu disuntik secara berkala,
terus-menerus, dan dalam waktu yang sangat singkat tumbuh dari anak ayam yang kecil
menjadi ayam dewasa yang sangat tambun, sehingga untuk berdiri dan berjalan saja
tidak mampu. Ayam-ayam tambun hasil suntikan tersebut hanya bisa duduk diam
menunggu diambil untuk dipotong dan dikirim ke gerai-gerai restoran fasfood yang kita
sudah kenal. Ayam-ayam ‘sakit’ itulah yang biasa kita makan di gerai-gerai fasfood
tersebut.”
Dalam film garapan sutradara AS Morgan Spurlock (Super Size Me), disebutkan jika
steroid yang disuntikan ke dalam ayam-ayam tersebut tidaklah hilang saat digoreng,
sehingga steroid tersebut ikut masuk ke tubuh manusia yang memakannya. Hasilnya?
Tubuh manusia yang memakannya sedikit demi sedikit menyimpan hormon
pertumbuhan yang membahayakan tersebut dan tumbuh secara tidak wajar. Kita bisa
melihat betapa di zaman sekarang, anak-anak yang tumbuh di wilayah perkotaan
tubuhnya dengan cepat tumbuh membesar dan beberapa di antaranya menderita obesitas
(kegemukan). Hal ini disebabkan mereka seringkali mengkonsumsi makanan-makanan
yang tidak sehat tersebut.
Tubuh yang cepat besar dan tambun tidak menjamin jika tubuh tersebut sehat. Adalah
fakta jika remaja perkotaan walau tubuhnya besar amat rentan terhadap berbagai jenis
penyakit. Jadi, tubuh yang besar itu mirip dengan ayam di peternakan yang disuntik
hormon steroid.
Part 8
Tahukah Anda jika feminisme dalam perwujudan kongkrit di dalam sistem demokrasi
adalah KUOTA KETERWAKILAN JUMLAH PEREMPUAN dalam struktur
pemerintahan, apakah itu anggota legislatif maupun eksekutif.
Adakah saudari kita yang pernah atau masih memiliki kista di rahimnya? Atau mungkin
itu adik, kakak, isteri, anak, atau bahkan ibu kita? Kista adalah massa atau kantung yang
berisi darah hitam pekat alias darah sangat kotor. Dalam banyak kasus, dokter biasanya
akan merekomendasikan pengangkatan kista lewat jalan operasi. Namun banyak pula,
setelah dioperasi dan diangkat ternyata kista bisa tumguh lagi.
Dalam konsultasi dengan dokter, biasanya kita ditanya apakah pasien atau pengidap
kista sering mengkonsumsi ayam goreng di resto fasfood, atau bahkan lebih detil lagi
seperti apakah sering mengkonsumsi menu chicken wings alias sayap ayam goreng?
Dan biasanya sang pasien akan mengangguk. Jika demikian, sudah jelas, sang pasien
merupakan salah satu korban dari zat kimia atau hormon steroid yang disuntikkan ke
dalam tubuh ayam dan biasanya memang disuntikan lewat bagian sayapnya atau leher.
Dua tempat dalam tubuh ayam itulah yang menyimpan konsentrasi steroid yang paling
banyak, walau seluruh bagian tubuh ayam pun terpapar steroid tersebut.
Tutup mata kita dan buka kembali dengan paradigma yang benar-benar baru.
Pengurangan populasi umat manusia tengah terjadi di sekeliling kita dengan berbagai
cara. Ada konflik, peperangan, penyakit, pembunuhan lewat sistem ekonomi, bencana
alam buatan, ideologi, sistem demokrasi, dan sebagainya. Dan tahukah Anda jika semua
itu terjadi bukan karena faktor kebetulan namun sesuatu yang sudah diskenariokan
dengan matang dan amat rapi jauh-jauh hari?
Adakah Anda percaya jika AS menjadi negara super-power satu-satunya di dunia saat
ini karena faktor kebetulan? Percayakah Anda jika Imperium Soviet Rusia hancur
karena kebetulan? Percayakah Anda jika Zionis-Yahudi berada di belakang semua
kerusakan di muka bumi sejak zaman para nabi hingga sekarang? Di dalam kitab suci
al-Qur’an, Allah SWT telah berkali-kali menyampaikan firman-Nya jika Yahudi
merupakan bangsa perusak, pengkhianat, tidak bisa dipercaya, dan sumber segala
kerusakan di muka bumi. Anda harus percaya dengan hal ini. Kian hari kian terkuak
segala konspirasi Zionis-Yahudi, pewaris kekuatan paganisme purba, dalam
menghancurkan umat manusia lainnya demi mewujudkan ambisinya menciptakan
tatanan dunia baru berdasarkan versinya sendiri.
KUOTA CALEG PEREMPUAN
Satu hal yang mungkin belum pernah terlintas di benak Anda adalah strategi
pengurangan populasi umat manusia lewat jalan penanaman ideologi atau gerakan
ideologi. Feminisme merupakan salah satu gerakan yang melawan fitrah yang diberikan
Allah SWT kepada umat manusia, yang ingin menyamaratakan kedudukan—hak dan
kewajiban—antara laki-laki dan perempuan.
Tahukah Anda jika feminisme dalam perwujudan kongkret di dalam sistem demokrasi
adalah KUOTA KETERWAKILAN JUMLAH PEREMPUAN dalam struktur
pemerintahan, apakah itu anggota legislatif maupun eksekutif. Hal yang paling nyata di
depan kita adakah disetujuinya Kuota jumlah 30% keterwakilan perempuan dalam
badan legislatif di negeri ini dalam Pemilu 2009. Padahal sudah jelas, dengan kian
banyaknya peran perempuan di sektor publik, dengan meninggalkan kewajiban
utamanya sebagai sang pendidik di dalam keluarganya, maka hal ini akan menyebabkan
banyak sekali kerugian di dalam pendidikan angota keluarganya dan juga mengurangi
tingkat fertilitasnya disebabkan kondisi fisik dan otak yang kelelahan.
Ironisnya, ide yang sarat konspiratif dalam menghancurkan sendi-sendi kekuatan
keluarga tersebut didukung sepenuhnya oleh partai-partai politik yang berbasiskan umat
Islam. Adakah mereka paham dengan hal ini dan tidak perduli atau mereka memang
tidak tahu karena kurangnya wawasan dan bahan bacaan?
Adalah BOHONG BESAR jika dikatakan seorang perempuan yang menjadi anggota
legislatif, di mana sering kali pulang sampai dini hari disebabkan banyak mengikuti
rapat, mampu menjadi sang pendidik utama bagi anak-anaknya di rumah, melebihi
“pendidikan” yang diberikan pesawat teve dan lingkungan pergaulannya. Perempuan
jenis ini tanpa disadari –dalam banyak kasus—juga sesungguhnya memperbudak
perempuan lainnya yang dijadikan sebagai pembantu (khadimat) rumah tangganya.
Tiada perempuan yang dianggap berhasil di sektor publik yang tidak lepas dari jasa
khadimat di dalam rumah tangganya.
Bagi yang ingin memperdalam kajian soal ini silakan membaca dua buku sebagai
pengantar yakni “Evolusi Moral” (Sayyid Quthb) dan “Rekayasa demografis dan
globalisasi kerusakan: aspek konspiratif konferensi Kairo dan Beijing” (Ummu Hani,
Yayasan Ibu Harapan). Dua buku ini insya Allah akan bisa membuka cakrawala
kekritisan kita tentang mengapa konspirasi Yahudi Internasional merasa sangat perlu
mengeluarkan para perempuan dari sektor privat ke sektor publik.
Jika kita mengaku sebagai orang yang perduli dengan ayat-ayat Alah, seharusnya kita
wajib mengembalikan posisi perempuan ke tempat yang sangat terhormat sebagai
Ummu Madrasatun ‘Ula, Sang Pendidik Utama di dalam keluarga, jadi bukan
menyerahkan pendidikan anak-anak kita kepada pesawat teve, pembantu, atau guru
yang datang ke rumah kita karena mendapat honor. Kita harus menentang dan menolak
sunnah-Yahudi, walau langkah itu terkesan kurang populer di masa sekarang. Karena
al-haq itu tetaplah al-haq, walau hal itu populer atau tidak.
Di dalam bagian sembilan, akan dipaparkan akhir dari agenda kaum pagan modern ini,
dan ikhtisarnya akan menyusul di bagian ke sepuluh. Insya Allah.
Part 9
Bush sengaja mengakhiri perang pada 1 Mei 2003. Dalam tradisi pagan kuno, tanggal
itu dikenal sebagai Beltane atau Malam Walpurgis. Nama tersebut berasal dari Saint
Walpurga, Dewi Kesuburan Kaum Pagan. Dahulu, setiap tanggal 20 Maret hingga 1
Mei, kaum pagan menggelar ritual menumpahkan darah bagi bumi untuk kesuburan.
Zionis-Yahudi dengan segala hegemoninya atas dunia, dan menunggangi Amerika
Serikat sebagai kapal induk baginya merupakan pewaris paganisme dunia purba.
Pengikut iblis yang dahulu dikenal sebagai The Brotherhood of Snake, Samiri Cabal (di
masa Musa a.s.), Sanhendrin Cabal (di masa Isa a.s.), Biarawan Sion, Knight Templar,
Freemasonry, Theosofie, dan berbagai nama sekarang ini, Bilderberger, CFR, Club of
Rome, IMF, World Bank, The Federal Reserve, dan sebagainya, mengejawantah dan
menyatukan diri di dalam kelompok Zionis Dunia.
Akhir dari agenda mereka adalah membentuk Tata Dunia Baru (The New World Order)
di mana mereka menjadi majikan bagi semua Ghoyim yang ada di dunia. Tujuan akhir
mereka ini telah dipahat dalam lambang negara AS dengan kalimat “Novus Ordo
Seclorum”. Dalam menuju akhir agenda ini, kaum pagan modern melewatinya dalam
berbagai tahap dan setiap peristiwa senantiasa dikaitkan dengan ritual pagan kuno. Mari
kita lihat beberapa peristiwa dunia yang sepertinya tidak memiliki makna apa-apa
namun sesungguhnya bagian dari ritual pagan mereka:
Tahun 2012 merupakan batas waktu bagi modernisasi seluruh sistem militer AS di
Pentagon, batas waktu bagi pencapaian Codex Alimentarius, batas waktu bagi
pencapaian Agenda 21, batas waktu bagi implementasi Perjanjian Kyoto, dan batas
waktu bagi banyak agenda-agenda internasional. Mengapa harus 2012?
Jika Anda lupa, maka bukalah kembali kalender purba suku-suku pagan kuno seperti
kalender Aztec, suku Maya, suku Hopi, suku Kaliyuga, Mesir kuno, dan lainnya.
Kepercayaan paganis mereka, yang diimplementasikan dalam sistem kalendernya
berdasarkan perhitungan rasi bintang dan ramalan-ramalan mistis, meyakini jika tahun
2012 merupakan batas antara Tata Dunia Lama (The Ancient World Order) dengan Tata
Dunia Baru (The New World Order)!
Di zaman purba, suku-suku pagan biasa mengadakan upacara persembahan korban
manusia dan binatang pada dewa-dewi. Dalam budaya pop, film “Apocalypto” besutan
sutradara Hollywood yang anti Yahudi Mel Gibson bisa dijadikan gambaran tentang
upacara mempersembahkan korban manusia. Upacara yang banyak mengucurkan darah
dan menghilangkan nyawa ini diadakan pada momen-momen tertentu. Dalam dunia
sekarang, kaum pagan modern juga melaksanakan upacara sejenis hanya saja dalam
bentuk yang berbeda tapi memiliki esensi yang sama. Beberapa peristiwa biosa
dijadikan contoh:
Pada 20 Maret 2003, Bush melancarkan pemboman terhadap Baghdad tepat pukul 05.15
waktu Bagdad. Serangan itu berlangsung secara massif dan berskala besar hingga
keesokan harinya, 21 Maret 2003. Media-media besar dunia menyebutnya sebagai
“Shock and Awe” (serangan mendadak, dalam bahasa Jerman disebut ‘Blitzkrieg’).
Namun tahukah Anda jika tanggal tersebut dalam agama pagan merupakan perayaan
Hari Ostara, awal musim semi yang dimulai dari pergerakan matahari. Dahulu kala,
suku-suku kuno merayakannya dengan menggelar ritual pemujaan terhadap Gaia—
Dewi Bumi (Mother of Earth)—dengan cara mempersembahkan korban. Sedangkan
kaum Druid merayakan hari itu sebagai Hari Kesuburan dengan menggelar acara
makan-makan (Day of Feast).
Bush sengaja mengakhiri perang pada 1 Mei 2003. Dalam tradisi pagan kuno, tanggal
itu dikenal sebagai Beltane atau Malam Walpurgis. Nama tersebut berasal dari Saint
Walpurga, Dewi Kesuburan Kaum Pagan. Dahulu, setiap tanggal 20 Maret hingga 1
Mei, kaum pagan menggelar ritual menumpahkan darah bagi bumi untuk kesuburan.
Presiden Bush jelas telah mengambil momentum keyakinan pagan kuno tersebut.
Memulai perang yang banyak menumpahkan darah pada 20 Maret dan mengakhirinya
pada 1 Mei.
Bagi yang ingin menelusuri lebih lanjut, tersedia banyak literatur dan data yang
memaparkan kepada kita betapa keputusan-keputusan politik dan ekonomi, juga militer,
yang besar, yang bersifat global, selalu saja dikaitkan atau bertepatan dengan ritualritual
mistis kaum pagan. Akan ada banyak fakta yang akan membuat kita tercengang
dan sulit untuk bisa mempercayainya. Namun itulah yang terjadi. Semua itu hanya akan
berarti bagi manusia yang mau membuka pikirannya terhadap hal-hal yang baru, yang
tidak terkungkung oleh paradigma lama, dan menerima semuanya itu sebagai suatu
wawasan yang akan memperkaya khazanah pengetahuannya.
Hari-hari ini kita tengah berada dalam pelaksanaan agenda kaum pagan modern. Krisis
keuangan yang berawal di Amerika; pilkada yang tiada habis-habisnya menguras energi,
pikiran, dan waktu bangsa ini; industri pornografi; mahalnya buku hingga orang lebih
suka menonton teve; dunia fesyen yang terus berlari; demokrasi yang kebablasan
sehingga partai politik menjadi lembaga elit yang asing dari kebutuhan rakyat banyak;
dan sebagainya. Jangan sangka, semua ini terjadi secara kebetulan. Bagi mereka yang
mau membuka mata, hati, dan pikirannya, maka mereka akan memahami jika semua
manusia sekarang tengah digiring menuju Tata Dunia Baru. Wallaahua'lam.
dunia di abad millennium ini adalah kaum pagan, sebuah agama kuno yang diperangi
para Nabi dan Rasul Utusan Allah SWT.
Salah satu indikasi hal tersebut adalah dipergunakannya simbol-simbol paganisme,
dalam arsitektur rumah ibadah, lafadz doa, hymne atau kidung, ritual, dan sebagainya.
Simbol salib misalnya, ini berasal dari simbol persilangan cahaya dewa matahari yang
banyak dijadikan tuhan oleh suku-suku kuno dari Mesir (Ancien Egypt) dan Roma
hingga Amerika Latin (Suku Maya dan Aztec), dari Jepun (Amaterasu) hingga India
(Btara Indra).
Pastor Herbert W. Amstrong, pemimpin Worldwide Church of God yang berpusat di AS
yang juga sebagai Editor in Chief majalah Kristen Plain Truth yang bertiras delapan juta
eksemplar tiap bulan, dengan jujur mengemukakan bahwa tanda salib memang berasal
dari simbol paganisme. Bukan itu saja, Natal yang diperingati oleh Gereja Barat setiap
tanggal 25 Desember pun oleh Amstrong dianggap sebagai kelanjutan dari ritual
penyembahan kelahiran anak Dewa Matahari (Sun of the God). Sebab itu, Sunday
dijadikan hari libur kaum Kristiani. ‘Sun’ berarti ‘Matahari’ dan ‘Day’ berarti ‘Hari’.
Ritual pemujaan kaum pagan terhadap Dewa Matahari memang banyak dilakukan di
hari Minggu (Sunday).
Pemujaan terhadap Dewa Matahari ini juga bisa dilihat dari arsitektur kota suci Vatikan,
pusat Gereja Katolik Barat, di mana sebuah tiang tinggi berdiri di pusat kota suci ini.
Obelisk merupakan simbol phallus dan menjadi sentral dari ritual pemujaan terhadap
Dewa Matahari. Obelisk ini berdiri di banyak kota dunia seperti Washington DC, Paris,
dan juga… Jakarta! (Monas).
Lalu konsep Trinitas sendiri yang oleh kaum Kristiani dianggap sebagai konsep yang
sakral juga berasal dari konsep paganisme kuno yang diwakili oleh Semiramis dan
anaknya (Pagan Babylonia), Devka dan Khrisna (Pagan India), Isis dan Horus (Pagan
Mesir), dan sebagainya.
Ucapan “Amien” yang lazim dilafadzkan setelah doa pun sesungguhnya berasal dari
nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya
Amun-Ra).
Peradaban pagan kuno memang telah terkubur bersama peralihan zaman dan juga
peperangan demi peperangan. Namun esensi dari kepercayaan banyak tuhan tersebut
tidaklah pernah mati, bahkan di abad millennium ini kepercayaan kuno tersebut menjadi
kepercayaan yang mendominasi umat manusia, tanpa banyak disadari. Simbol-simbol
pagan menjadi simbol-simbol yang paling popular di dunia ini, dan mewarnai seluruh—
SELURUH—institusi dunia seperti PBB dan sebagainya.
Bermula dari Iblis
Asal-muasal kaum pagan modern sekarang ini sesungguhnya berasal dari satu
kelompok kecil para pengikut iblis (baca Eramuslim Digest edisi “Genesis of
Zionism”), di mana sepanjang sejarah awalnya diwakili oleh mereka yang selalu
memusuhi dan memerangi para Nabi dan Rasul Allah SWT. Mereka adalah Samiri yang
memerangi Musa as. (Amerika pun menyebut dirinya dengan “Uncle Sam”), Namrudz
yang memerangi Ibrahim a.s., dan para pendeta Sanhedrin yang memerangi Isa a.s.
Mereka adalah Paulus (Yahudi dari Tarsus) yang mengubah esensi dasar agama Nasrani
dari yang hanya sebagai agama kaum Nabi Isa menjadi agama misi ke seluruh dunia.
Mereka adalah Abdullah bin Saba’ (Yahudi dari Yaman) yang memecah umat tauhid ini.
Mereka adalah Mustafa Kemal Attaturk (Yahudi dari Dumamah) yang menghancurkan
kekhalifahan Turki Utsmani. Mereka adalah Terrence E. Lawrence (Yahudi dari Inggris)
yang harum namanya di Saudi dan disebut sebagai Lawrence of Arabia. Mereka adalah
Snouck Hurgronje (Yahudi Belanda) yang pura-pura masuk Islam dan menggunakan
‘keIslamannya’ sebagai senjata untuk menghancurkan umat Islam Indonesia.
Strategi Hurgronje ini dikenal dengan istilah “Izharul Islam” atau “Pura-Pura Islam”
dan sekarang dipakai oleh banyak kaum liberalis, termasuk mereka yang mengaku-aku
sebagai kaum liberal Islam yang banyak mempromosikan ide-ide pluralisme
(keberagaman), hak asasi manusia, anti kekerasan, kebebasan, dan sebagainya. Jika
sekarang ini ada segolongan orang Islam yang mulai terjangkit virus “Pluralitas” maka
hal itu sesungguhnya mereka telah tercemar oleh keyakinan pagan, karena seorang
Muslim wajib “Fardhu’ain” hanya berpegang pada Tali Allah SWT dan Rasul-Nya.
Dalam tulisan bagian dua, akan dipaparkan awal sejarah kelompok pagan modern di
mana Adam Weishaupt, seorang Rabbi Yahudi yang berpura-pura menjadi Yesuit dan
kemudian meninggalkan kelompoknya untuk kemudian menjadi pemimpin Illuminati,
sebuah organisasi klandestin yang secara diam-diam menguasai perekonomian dan
perpolitikan dunia saat ini.
Part 2
Sejarah dunia mencatat bahwa Dinasti Rotschild merupakan dinasti paling terkemuka di
Eropa di abad pertengahan. Sir Meyer Amschel Rotschild merupakan sesepuh dinasti ini
yang juga disebuta sebagai Rotschild I. Keluarga Yahudi ini tinggal di sebuah rumah
besar di pojok Judenstrasse (Jalan Yahudi) di Bavaria (sekarang Jerman).
Kuat dugaan, Rotschild I merupakan pewaris kelompok Templar yang dibasmi dari
seluruh Eropa oleh Paus Clement IV dan Raja Perancis, King Philip le Bel, di tahun
1307. Pada 1314, Grandmaster terakhir Templar bernama Jaques de Molay dibakar
hidup-hidup hingga menemui ajal.
Saat dibasmi, Templar banyak yang menyelamatkan diri ke Skotlandia, satu-satunya
wilayah di Eropa yang tengah diekskomunikasikan dari Gereja. Namun Skotlandia
bukan satu-satunya tempat persembunyian Templar. Para Templar yang dikenal sebagai
jago-jago perang dan juga intelijen di abad pertengahan ini juga banyak yang menyusup
di sejumlah wilayah Eropa. Mereka yang bersembunyi di Portugis, Spanyol, dan Itali,
menanggalkan jubah Templarnya dan mengganti nama menjadi Knight of Christ. Yang
di Malta menjadi Knights of Rhodes atau Knights of Malta. Ada pula yang lari
bersembunyi di Bavaria dan menjelma menjadi Knights of Teutonik.
Penangkapan dan pengadilan atas Templar di Bavaria dilakukan dengan penuh
sandiwara dan tidak dilaksanakan dengan sepenuh hati. Sebab itu organisasi ini masih
eksis selama berabad-abad di Bavaria—dan juga secara klandestin di Eropa—dan
menemukan tokoh baru di wilayah baru ini, seorang Yahudi paganism kaya raya dan
dekat dengan praktek-praktek klenik dan okultisme seperti halnya Templar, bernama
Meyer Amschell Rotschild. Ada anggapan juga bahwa sesungguhnya Rotschild I ini
malah seorang tokoh Templar Klandestin sejak awalnya.
Di tahun 1773, Rotschild I mengundang 12 keluarga Yahudi terkemuka dunia untuk
berkumpul di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut, Rotschild I mengeluarkan dan
membacakan 25 butir strategi penguasaan dunia yang di dalam Kongres Zionis
Internasional I di Basel Swiss (1897) disahkan menjadi agenda gerakan Zionis
Internasional dengan nama Protocolat of Zions.
Selain itu, Rotschild juga memanggil dan memperkenalkan seorang Yahudi dari
Ingolstadt, Bavaria, anak dari seorang Rabi Yahudi yang menyembunyikan
keyahudiannya dan mengaku sebagai seorang Yesuit Katolik bernama Adam Weishaupt.
Orang ini tertarik pada pemikiran-pemikiran ajaran sesat Dinasti Kerajaan Perancis
terakhir, yang dalam The Holy Blood Holy Grail (1982) disebut sebagai Dinasti
Merovingian.
Awalnya, Rotschild menugaskan Weishaupt untuk memimpin Coven of Golden Dawn
(Fajar Keemasan), sebuah sekte mistik pribadi keluarga Rotschild yang masih aktif
sampai dengan hari ini. Kemudian, di dalam pertemuan tersebut, Rotschild menunjuk
Weishaupt untuk membentuk dan memimpin sebuah sekte mistik kuno Bavaria bernama
Illuminati (Yang Tercerahkan, kaum gnostis sendiri menyebut Maria Magdalena sebagai
The Illuminatrix). Illuminati merupakan sekte Luciferian (iblis) yang memiliki arti Sang
Pembawa Cahaya.
Di dalam struktur keanggotaan Illuminati, lapisan tertinggi berada dalam kelompok
Areopagites atau Tribunal yang memegang kendali atas sekte. Mereka inilah yang
berhak hadir dalam pertemuan-pertemuan rahasia.
Nesta Helen Webster dalam World Revolution: The Plot Against Civilisation (1921)
menyebut bahwa keahlian Illuminati adalah dalam seni menipu dan memanipulasi, yang
memanjakan dan menggerakan mimpi-mimpi orang-orang lugu dan memprovokasi serta
mengarahkan mimpi-mimpi orang fanatic dengan memuji-muji dan mendongkrak
keangkuhan serta kesomboingan intelektualitas mereka. Illuminati mempermainkan
ketidakseimbangan otak manusia, dengan mendorong ambisi dan nafsu kekuasaan serta
memandang rendah idealisme dan nilai-nilai luhur. Syahwat kekuasaan merupakan
mainan utama dari Illuminati sejak dulu hingga millennium ketiga ini. Siapa pun yang
terpengaruh akan provokasinya, secara sadar atau tidak, telah menjadi pelayan bagi
kelompok pemuja setan ini.
Webster menegaskan, “Tujuan utama Illuminati adalah untuk kekuasaan dan kekayaan.
Mereka memiliki tujuan untuk menguasai seluruh dunia dan seluruh umat manusia
dengan jalan menghancurkan pemerintahan yang religius maupun yang sekuler.
Illuminati akan bertahta dalam satu tatanan dunia yang sama sekali baru yang
dinamakan sebagai The New World Order.”
Guna menuju penguasaan dunia, Illuminati mempergunakan semboyan “Tujuan
Menghalalkan Cara”. Walau demikian, ada dua senjata utama mereka untuk
mempengaruhi atau menundukkan sasaran, terutama politikus, pejabat militer, dan juga
para penguasa, termsuk anggota legislatif. Yakni dengan uang dan seks.
Dalam tulisan ketiga akan dipaparkan kisah penyatuan sekte Illuminati dengan gerakan
Freemasonry, keduanya gerakan Yahudi paganis, dan juga kisah tentang Baron Franz
Friedrich Knigge yang pada tahun 1780 direkrut menjadi anggota dan keluar dari sekte
tersebut.(rd/bersambung)
Part 3
Illuminati modern lahir di Bavaria pada tahun 1773, tiga tahun sebelum para tokoh
Mason menandatangani piagam kemerdekaan Amerika Serikat. Sebelum Illuminati
‘lahir’, gerakan paganis bernama Freemasonry telah dahulu ada di Eropa dan
berkembang dengan pesat di sana. Nyaris semua negara dan kerajaan di Eropa tersentuh
oleh gerakan Freemason yang lahir di Skotlandia pada sekitar tahun 1314-an.
Para tetua pagan Yahudi seperti Rotschild melihat bahwa strategi mereka akan bisa lebih
efektif dan cepat tercapai bila Illuminati dan Freemasonry bersatu. Sebab itu, pada tahun
1780, Baron Franz Friedrich Knigge direkrut menjadi anggota Illuminati dan dengan
cepat menjadi salah satu tokoh penting Illuminati Eropa. Sebelumnya, Knigge ini
merupakan salah satu tokoh sentral Freemasonry Eropa. Atas usahanya inilah, keduanya
bias dipersatukan dan menjadi organisasi klandestine okultis yang begitu efektif, tidak
saja di Eropa namun menggapai daratan Amerika dan lainnya.
Penyatuan Illuminati dan Freemasonry “diresmikan” dalam Kongres Wilhelmsbad pada
29 Agustus 1782 di mana Adam Weishaupt dan Knigge memimpin kongres tersebut.
Semua yang hadir disumpah untuk tidak membocorkan kepada siapa pun, termasuk
kepada anggota keluarga terdekat, apa saja yang terjadi dan diputuskan dalam
pertemuan rahasia tersebut.
Comte de Vireu, seorang Masonik dari Lodge du Martinist di Lyons, Perancis Selatan—
sebuah wilayah yang kental dengan nuansa Esoteris dan gerejanya memuja Yohanes
sebagai Sang Kristus serta Maria Magdalena sebagai The Illuminatrix (Yang
Tercerahkan), ikut hadir dalam Kongres di Wilhelmsbad. Sepulangnya dari acara, dia
ditanya oleh isterinya tentang apa saja yang dibahas dalam pertemuan.
Terikat dengan sumpah setia, dan tentu saja ancamannya, Comte de Virieu hanya
menyatakan bahwa apa yang terjadi dalam kongres sungguh-sungguh mengerikan.
“Semua yang terjadi, adalah jauh lebih serius dari apa yang pernah kalian bayangkan
selama ini. Konspirasi yang disusun telah benar-benar dirancang dengan sangat matang,
sistematis, dan penuh dengan kejutan. Banyak orang penting terlibat dan tentunya dana
yang disediakan juga tidak terbatas. Saya berkeyakinan, seluruh kerajaan dan gereja di
Eropa ini tidak akan mampu membendung konspirasi tersebut. Ini benar-benar
menakutkan, ” ungkapnya.
Atas desakan isterinya dan juga sejumlah kolega, akhirnya de Virieu menyatakan keluar
dari perkumpulan.
Dengan sangat licin, Illuminati yang telah bersatu dengan Freemasonry terus bergerak.
Mereka berada di belakang setiap revolusi, peperangan, dan peristiwa besar dunia.
Nyaris semua pergantian penguasa di sejumlah negeri besar Eropa dan Amerika tidak
lepas dari tangan kotor mereka.
Menundukkan Tiga Agama Besar
Satu hal yang jarang diketahui umum, gerakan paganis Yahudi yang juga disebut
sebagai kaum Talmudian ini merupakan gerakan untuk menghancurkan semua agama
langit. Taurat Musa mereka ganti dengan Talmud; Ajaran Nabi Isa a.s. dikotori dengan
tangan Paulus, Yahudi dari Tarsus; dan ke dalam Islam mereka menyusupkan Abdullah
bin Saba’, Yahudi dari Yaman yang mengaku-aku sebagai pembela keluarga Ali r.a. dan
mengajarkan pengikutnya agar hanya mencintai Ali r.a. dan mengecam ketiga sahabat
Nabi SAW lainnya seperti Abu Bakar r.a., Umar bin Khattab r.a., dan Ustman bin Affan
r.a.
Mereka ini memiliki dendam kesumat terhadap Gereja yang telah menumpas para tetua
mereka pada tahun 1307. Sebab itu mereka berupaya agar Gereja bisa ditundukkan dan
menjadi pelayan kepentingan mereka. Salah satu bukti adalah surat balasan dari Rabi
Yahudi di Konstantinopel kepada warga Yahudi yang tinggal di Arles, Perancis, yang
menyatakan, “Jadilah kamu pemeluk Kristen, namun tetaplah pelihara Talmud di dalam
hatimu. Agar kamu bisa menghancurkan mereka dari dalam…”
Konspirasi mereka tetap berjalan dengan penuh kerahasiaan. Satu persatu negeri-negeri
besar jatuh dalam cengkeraman mereka. Dari daratan Eropa, mereka menjangkau
Amerika, dan juga seluruh dunia. Sejarah dunia yang kita kenal sekarang merupakan
hasil kerja mereka. Hanya saja, sejarah resmi tidak pernah mencatat bahwa semua ini
merupakan hasil dari kerja keras mereka, karena industri penulisan dunia pun dimiliki
oleh jaringan mereka.
Tulisan bagian empat akan membahas konspirasi mereka di abad ke-20, di mana mereka
berusaha menaklukkan dunia lewat peperangan dan pendirian lembaga-lembaga
internasional seperti PBB, World Bank, dan sejenisnya. Salah satu program PBB yang
akan dibahas nanti adalah tentang Codex Alimentarius, sebuah program pengendalian
populasi manusia di mana Rockefeller menjadi salah satu penggeraknya.
(bersambung/rd)
Part 4
Peperangan atau konflik berskala luas merupakan ‘barang mainan’ kaum Konspirasi
sejak lama. Berbagai revolusi besar dunia seperti revolusi Inggris dan Perancis,
memang sengaja dirancang oleh mereka. Bahkan banyak literatur menyatakan jika
Jenderal Albert Pike, seorang Jenderal AS dalam Perang Saudara yang gemar dengan
segala sesuatu yang bersifat mistis, jauh-jauh hari telah merancang skenario perang
dunia sampai tahap Perang Dunia II yang dirancangnya terjadi di abad millennium
ketiga ini.
Memasuki abad ke-21, setelah menggelar Konferensi Zionis Internasional I di Basel,
Swiss, pada tahun 1897, yang mengesahkan Protocolat Zionis sebagai agenda bersama
gerakan Konspirasi untuk menguasai dunia. Emas dan propaganda merupakan dua
komponen utama yang dipergunakan sebagai senjata kelompok ini.
Nyaris seluruh Eropa telah berada dalam cengkeraman kuku-kuku mereka. Demikian
pula dengan Amerika Serikat. Namun mereka menghendaki agar Eropa bisa didesain
ulang sesuai dengan kepentingan mereka, yakni Eropa yang tidak bersatu dan penuh
konflik di dalamnya. Sebab itu, pecahlah Perang Dunia I yang disusul pula dengan
Perang Dunia II. Kedua perang besar dengan korban puluhan juta nyawa manusia ini
diangap berhasil guna mendesain ulang peta politik dan perekonomian dunia.
Pasca Perang Dunia II, mesin propaganda Konspirasi menanamkan kepada otak seluruh
manusia—terutama Barat—bahwa bangsa Yahudi telah dibuat begitu menderita dalam
perang tersebut dengan terjadinya upaya pembasmian etnis Yahudi yang dilakukan Nazi
Jerman. Tragedi Holokous dijadikan berhala baru dalam peta politik dunia di mana tidak
seorang pun boleh mempertanyakan keabsahannya. “Dengan adanya mitos holokous ini,
Barat yang dibuat merasa begitu berdosa diperas habis-habisan oleh kekuatan ini, ”
demikian Prof. Norman G. Finkelstein dalam bukunya “The Holocoust Industry”.
Bangsa Yahudi pun telah berhasil mendirikan “Negara” di atas tanah milik bangsa
Palestina dengan dukungan lobi politik Negara-negara Barat.
Guna melicinkan jalan menguasai dunia, maka Konspirasi mendirikan sebuah badan
super power yang seluruh kebijakannya berada dan berlaku di atas kebijakan negaranegara
yang ada yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations). PBB didirikan di
San Francisco, AS, pada 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks di
Washington, DC. Sidang Umum yang pertama, dihadiri wakil dari 51 negara,
berlangsung pada 10 Januari 1946 di London. Sebelumnya PBB ini bernama Liga
Bangsa-Bangsa.
Badan Internasional ini diperlengkapi dengan lembaga-lembaga di bawahnya yang
mencakup hampir semua bidang kehidupan manusia di bumi ini, seperti kesehatan
(WHO), pangan (FAO), perbankan atau perekonomian (World Bank dan IMF), dan
sebagainya. Sesungguhnya, PBB ini merupakan satu rintisan ke arah tatanan dunia baru
yang menghendaki adanya satu super pemerintahan yang berhak mengatur negaranegara
lainnya.
Dalam perjalanannya, PBB terbukti menjadi alat bagi kepentingan imperialisme Barat
terhadap negeri-negeri selatan. Dalam segala hal, PBB senantiasa mengambil kebijakan
yang menguntungkan kaum Konspirasi. Jika pun ada resolusi yang keluar bagi Israel,
misalnya, maka hal tersebut hanyalah sebuah resolusi di atas kertas yang tidak memiliki
dampak apa pun terhadap Israel. Namun jika ada satu saja resolusi PBB bagi negerinegeri
Islam, maka resolusi itu wajib dipatuhi dan dilaksanakan, bahkan jika perlu
dengan ancaman senjata dari negara besar seperti AS dan sekutunya.
Kontrol Populasi Dunia
Begitu banyak fakta-fakta konspirasi dan ketidakadilan menyangkut PBB. Namun ada
satu konspirasi PBB yang luput dari perhatian khalayak ramai yakni tentang rencana
Konspirasi untuk mengurangi populasi dunia sehingga dunia ini hanya dihuni oleh 500
juta manusia. Hal ini berarti pengurangan sekitar 93% penduduk dunia.
Hal tersebut berangkat dari pemikiran bahwa dunia dengan segala kekayaan alamnya,
dengan seluruh ekosistemnya, rantai makanannya, serta sistem alamiah yang ada, tidak
akan sanggup untuk menopang kehidupan umat manusia sebanyak sekarang—sekitar 6
miliar orang—dengan baik. Untuk menciptakan satu dunia yang lebih baik, maka
diperlukan pengurangan jumlah populasi umat manusia sebanyak 93%-nya atau dunia
ini hanya mampu untuk menopang kehidupan 500 juta manusia.
Yang unik, Desember 2012 merupakan waku yang ditentukan oleh pihak Konspirasi
untuk memulai program ini secara besar-besaran. Belum ada satu pun pihak yang
mengetahui secara pasti mengapa Konspirasi mematok awal program yang akan
mengurangi jumlah umat manusia secara drastis ini pada Desember 2012.
Temuan-temuan berkenaan dengan waktu tersebut sungguh mengagetkan. Berabad
silam, suku bangsa kuno seperti Suku Maya, Suku Hopi, Kaliyuga, Aztec, dan juga
Mesir Kuno telah meramalkan di dalam sistem kalender kuno mereka jika pada akhir
tahun 2012 dunia lama akan berakhir dan dunia baru akan muncul. Perhitungan sukusuku
kuno ini berdasarkan pada pergerakan bintang-bintang dan berbagai ramalan mistis
yang ada.
Di abad milenium, ketika sebagian dinding Pentagon hancur ditabrak misil yang mirip
sebuah pesawat jet kecil pada tanggal 11 September 2001 (baca Eramuslim Digest edisi
911 tentang kebohongan-kebohongan AS soal peristiwa WTC), segelintir elit AS yang
juga merupakan tokoh-tokoh Konspirasi Paganisme Modern ini menginginkan agar
Pentagon diubah dan dimodernisasi lebih canggih lagi dengan berbagai peralatan yang
terkomputerisasi.
Batas waktu bagi upaya modernisasi Pentagon ini adalah Desember 2012!
Part 5
Kontrol populasi merupakan praktek paling dasar dari ritual kaum pagan guna
menyeimbangkan manusia dengan alam, yaitu bumi (Gaia). Pihak Konspirasi yang
merupakan pewaris ritual agama pagan kuno—sebab itu disebut juga sebagai
Paganis Modern—meneruskan usaha ini demi memelihara Gaia bagi mereka.
Jika kaum pagan kuno seperti suku Aztec, Mesir Kuno, Maya, Kaliyuga, dan Indian
Hopi dengan sistem kalender sonar-nya meramalkan kehancuran fase lama pada 31
Desember 2012. Maka kaum pagan modern ini juga menjadikan tanggal tersebut
sebagai fase yang penting bagi sejarah gerakan panuang mereka. Momentum akhir
Desember 2012 dijadikan tonggak berakhirnya Pentagon lama dan kemunculan
Pentagon baru, lalu dimulainya fase pengurangan populasi umat manusia sampai
dengan 90%-nya hingga dunia menyisakan sekitar 500 juta manusia di dalamnya, dan
sebagainya.
Kontrol populasi ini sudah diterapkan sejak bertahun-tahun lalu melalui serangkaian uji
coba dan strategi, antara lain program Keluarga Berencana (KB), yang sampai detik ini
ditentang oleh Gereja Katolik. Sikap Gereja sesungguhnya bukan semata alasan bahwa
program tersebut seolah mendahulu takdir Tuhan, namun Gereja yang memang sejak
lama menjadi musuh bagi Konspirasi (ingat penumpasan Templar di tahun 1307),
mengetahui secara pasti akal licik di balik program dunia tersebut.
Strategi kontrol populasi tidak hanya lewat program KB, namun juga lewat rekayasa
genetis, yang gencar dilakukan terhadap tumbuhan dan hewan. Dari upaya ini dikenal
istilah-istilah seperti makanan transgenik dan sebagainya. Dari upaya rekayasa genetika
inilah berbagai penyakit baru bermunculan dan menyerang manusia, bahkan di banyak
tempat menjadi wabah yang dalam tempo cepat membunuh banyak manusia.
Salah satu yang menjadi sorotan banyak pakar kesehatan adalah penggunaan bahanbahan
kimiawi hasil rekayasa genetika yang disisipkan dalam aneka makanan dan juga
pupuk tanaman. Bahan-bahan yang kelihatan kecil dan sepele ini dalam waktu yang
lama akan menumpuk di dalam tubuh atau di dalam aliran darah, dan dalam jangka
waktu tertentu menjadi penyakit yang sangat sulit untu disembuhkan. Belum lagi jenisjenis
bahan transgenik lainnya yang mampu menghilangkan fungsi-fungsi luhur
manusia.
Salah satu forum internasional yang membahas masalah ini adalah pertemuan National
Association of Nutrition Professional (NANP- 2005 Conference). Dalam presentasinya
yang berjudul “Codex and Nutricide’, Dr. Rima Laibow dari Natural Solutions
Foundation (bisa dilihat di www.HealthFreedomUSA.org) mengatakan, “…mereka
yang menguasai makanan akan menguasai dunia… Mereka telah mengatakan pada
tahun 1962 bahwa Proyek Codex Alimentarius secara global akan diimplementasikan
pada 31 Desember 2009. Ini merupakan semacam cetak biru. Proyek Dunia ini
diarahkan oleh WHO dan FAO, dua lembaga dunia di bawah PBB yang membidangi
masalah kesehatan dan pangan…”
Dalam ceramahnya, Dr. Laibow tiba-tiba menyuruh para hadirin untuk diam dan
mengencangkan ikat pinggang. Dia kemudian berkata, “Di tahun 1994, diam-diam,
tanpa sepengetahuan masyarakat luas Amerika, Codex menyatakan bahwa Gizi adalah
racun, yang berarti berbahaya dan harus dihindari. Di bawah ketentuan Codex, semua
sapi perah di muka bumi ini WAJIB diinjeksi dengan hormon pertumbuhan yang
diproduksi oleh satu-satunya perusahaan yakni Monsanto. Dan lebih jauh lagi, semua
hewan ternak yang digunakan sebagai bahan makanan di planet ini harus disusupkan
bahan anti biotik khusus dan hormon pertumbuhan buatan.”
Dr. Laibow melanjutkan, “Menurut perhitungan WHO dan FAO, jika proyek mereka ini
terus berjalan tanpa hambatan berarti, WHO dan FAO memproyeksikan—ini terdapat
dalam panduan mineral dan vitamin mereka—ketika diimplementasikan pada 31
Desember 2009, maka akan berdampak pada minimum kematian sekitar 3 miliar jiwa.
Satu miliar lewat kematian secara langsung, mereka ini adalah orang-orang yang gagal
di mata para korporasi dunia dan sisanya, 2 miliar jiwa, akan menemui kematian akibat
penyakit yang sesungguhnya bisa dicegah, yakni kurang gizi.”
Lantas, siapa yang akan tetap hidup—dalam bahasa Darwin, “Survival of the fittest”?
Dr. Laibow berkata, “Hanya mereka yang kaya, yang mampu menyuplai gizi dan
vitamin dalam makanan mereka yang akan tetap bisa hidup.”
Kecemasan Dr. Laibow bukanlah kecemasan seorang awam. Ada banyak Laibow-
Laibow lain seperti itu disebabkan fakta dan bukti yang sukar dibantah mengenai hal
tersebut. PBB sendiri telah mengeluarkan lusinan dokumen resmi yang meminta
pengurangan populasi dunia hingga 80%-nya. Salah satunya di dalam Konferensi
Perempuan Sedunia di Beizing (1997), di mana Kepala FAO dengan tegas menyatakan,
“Kami akan menggunakan makanan sebagai senjata melawan masyarakat.”
Dengan kata lain, PBB dalam hal ini lewat FAO dan WHO akan mempergunakan
makanan, termasuk bahan-bahan yang akan masuk ke dalam tubuh manusia, sebagai
bagian dari senjata ampuh yang besar dan kompleks, bernama “Kontrol Populasi”.
Digunakan untuk mengurangi jumlah populasi dunia, seperti yang diamanatkan kaum
Pagan Kuno berabad silam.
Dalam tulisan keenam akan dipaparkan beberapa zat aditif berbahaya yang disusupkan
ke dalam bahan makanan dan juga bahan-bahan kesehatan, namun dikatakan oleh
berbagai lembaga internasional sebagai zat aditif yang berguna dan menguntungkan
bagi kesehatan tubuh.
Part 6
Kini tutuplah mata kita, dan begitu kita buka kembali, hilangkan semua persepsi dan
paradigma yang ada. Kita akan bisa melihat dengan jelas jika kini berbagai upaya
menghabisi ras manusia tengah terjadi di depan dan sekeliling kita.
Berbagai penyakit baru terus bermunculan menghinggapi manusia dan parahnya belum
ditemukan obat yang paten yang mampu menyembuhkan secara total, seperti halnya
virus HIV, dan juga Virus H5N1 dalam kasus Flu Burung. Kita tentu ingat, setiap kali
ada korban meninggal akibat virus ini, media massa baik cetak maupun elektronik
senantiasa menyebutnya sebagai ‘Suspect Flu Burung’ alias baru diduga, bukan
dipastikan.
Di lain sisi, obat-obatan kimiawi yang diproduksi oleh dunia medis dan direkomendir
oleh para dokter ternyata juga tidak bebas dari efek samping. Obat untuk sesuatu
penyakit ternyata jika digunakan secara kontinyu akan menimbulkan penyakit lain.
Penyakit utama yang diderita pun bisa jadi bertambah kuat dan sebab itu membutuhkan
dosis dari obat yang sama yang lebih besar lagi agar penyakit atau virus atau kuman
yang lebih kuat bisa dibasmi.
Parahnya, aneka bahan konsumsi manusia yang berasal dari alam pun ternyata dewasa
ini sudah jauh dari nilai sehat. Sayuran dan buah-buahan misalnya, dalam perawatannya
selalu disemprot dengan herbisida atau insektisida yang tidak aman bagi manusia.
Belum lagi zat pengawet yang biasa diberikan kepada sayuran dan buah-buahan impor
agar lebih tahan lama dan tidak mudah busuk, juga menambah daftar zat kimia
berbahaya yang dipastikan akan ikut masuk ke dalam tubuh manusia jika dikonsumsi.
Lama-kelamaan, zat-zat yang jumlahnya mungkin sangat kecil ini, bisa menjadi besar
karena mengendap di dalam tubuh dan menjadi bibit penyakit.
Satu contoh, seorang perempuan yang sejak muda sering mengkonsumsi mie instan atau
penganan pabrik yang mengandung Mono Sodium Glutamat (MSG) alias bahan
penyedap atau penguat rasa yang lazim ditambahkan ke dalam banyak sekali penganan
produk pabrik, lima sampai sepuluh tahun ke depan pasti akan tumbuh kista di dalam
tubuhnya yang bisa jadi bertambah ganas menjadi tumor. Banyak sekali kasus ini di
dunia dan juga di Indonesia.
Ironisnya, penggunaan MSG oleh media massa malah dipromosikan secara besarbesaran
sebagai zat yang mampu mendongkrak rasa dan kenikmatan sebuah makanan,
namun tidak dipaparkan secara jujur efek samping membahayakan bagi tubuh manusia.
Berbagai penelitian dari dunia medis tentang bahaya MSG pun tidak disosialisasikan
secara massal. Akibatnya, hanya orang-orang tertentu yang care terhadap kesehatan-lah
yang berusaha sekuat tenaga menghindari penggunaan zat aditif tersebut. Sedangkan
kalangan bawah yang tertutup akses informasi (karena buku atau pendidikan mahal
harganya), dan kelompok ini jauh lebih besar kuantitasnya, tidak mengetahui akan
bahaya tersebut dan terus-menertus mengkonsumsi penganan yang tidak sehat tersebut.
Akibatnya, berbagai penyakit mereka derita dan biasanya kematian selalu menjadi akhir
dari cerita mereka karena untuk berobat ke dokter pun mereka tidak memiliki cukup
uang.
Satu contoh lagi tentang zat aditif. Tahukah Anda jika setiap ayam goreng yang
disajikan oleh berbagai resto fastfood ternama dunia merupakan ayam yang dari telur
hingga dewasa dan dipotong, masa hidupnya tidak sampai dua bulan? Ayam tersebut
besar dengan cepat disebabkan suntikan hormon yang diberikan secara berkala dengan
jumlah yang besar. Hormon tersebut tidaklah hilang tatkala ayam tersebut digoreng.
Hormon itu tetap ada dan masuk ke dalam perut kita saat kita menyantapnya. Inilah
penjelasan mengapa anak-anak remaja sekarang banyak yang menderita obesitas dan
berbagai macam penyakit. Jika masih ragu, tontonlah film semi dokumenter yang cukup
menghibur berjudul ‘Super Size Me’ yang disutradarai Morgan Spurlock dari AS.
Coba sekarang tutup mata kita, dan begitu kita buka kembali, hilangkan semua persepsi
dan paradigma yang ada. Kita akan bisa melihat dengan jelas jika sekarang ini berbagai
upaya menghabisi ras manusia tengah terjadi di depan dan sekeliling kita, lewat
peperangan, propaganda media massa, hegemoni ekonomi, penyakit, konflik, makanan,
dan bahkan obat-obatan. Apakah ini berjalan dengan sendirinya? Tentu sangat naif jika
kita mengira demikian.
Fluoride
Zat kimia ini secara umum dipersepsikan orang sebagai zat ampuh untuk memperkuat
tulang gigi. Sebab itu, zat ini banyak disisipkan di dalam pasta gigi. Bahkan 66%
cadangan air minum warga AS telah dicampuri zat ini secara sengaja. Benarkah fluoride
berguna?
Jawaban yang ada mungkin akan mengejutkan kita semua. Fluoride telah diteliti banyak
pakar kesehatan dan ternyata ditegaskan mengandung bahan berbahaya bagi tubuh.
Antara lain bisa menyebabkan kanker tulang, oestoporosis, masalah persendian,
turunnya kadar testoteron dan estrogen, dan sanggup mengkorosi lapisan enamel gigi.
Bahkan dikatakan jika fluoride lebih merusak gigi ketimbang garam.
Sekarang, pergilah ke toko atau super market yang ada. Carilah racun tikus. Dan
lihatlah, apa bahan utama pembuat racun tikus? Yakni Sodium Fluoride. Ini adalah zat
kimia ionik yang paling beracun setelah Potasium Dikromat. Saat ini, perusahaanperusahaan
besar yang bergerak dalam bisnis air minum dalam kemasan diketahui telah
memasukkan fluoride ke dalam produk air minum dalam kemasan mereka. Hal ini
dilakukan tanpa membubuhkan keterangan sedikit pun dalam label kemasannya.
Dunia medis juga telah mengetahui jika fluoride juga digunakan sebagai obat anti
depresan, yang menghilangkan agresifitas dan motivasi manusia, termasuk menurunkan
hasrat untuk berkembang-biak. “Fluoride memang tidak memiliki faktor yang
menguntungkan secara biologis, ” tegas Dr. Rima Laibaow dari Natural Solutions
Foundation.
Part 7
Bahan kontroversial ini sekarang telah disusupkan ke dalam puluhan ribu produk
makanan, suplemen vitamin, dan minuman ringan. Padahal banyak penelitian
menyebutkan jika bahan ini bisa menyebabkan sakit kepala, tumor otak, dan limpoma.
Penggunaan Fluoride hanyalah salah satu bagian dari banyak sekali contoh betapa
bahan berbahaya disusupkan ke dalam bahan-bahan yang dipergunakan manusia dan
bisa masuk ke dalam tubuhnya. Selain Fluoride, kita tentu juga akrab dengan aspartame
atau aspartamin, tanpa kita sadari. Untuk yang satu ini, mungkin kita masih merasa
asing dengan namanya, tapi kami yakin jika bahan kimia tersebut sangat akrab dengan
kehidupan kita sehari-hari.
Aspartame atau aspartamin merupakan bahan kimia yang secara populer disebut
sebagai bahan pemanis buatan pengganti gula. Gula memang tidak baik bagi kesehatan
manusia, namun zat penggantinya ini ternyata menyimpan potensi kejahatan yang jauh
lebih mengerikan. Ironisnya, sejak pertengahan tahun 1995, penggunaan aspartame dari
AS telah meluas ke seluruh dunia.
Bahan kontroversial ini sekarang telah disusupkan ke dalam puluhan ribu produk
makanan, suplemen vitamin, dan minuman ringan. Padahal banyak penelitian
menyebutkan jika bahan ini bisa menyebabkan sakit kepala, tumor otak, dan limpoma.
Pada tahun 2004, sebuah film dokumenter berjudul “Sweet Misery: A Poisoned World”
dengan jelas memperlihatkan bahayanya zat kimia tersebut.
Jika Anda masuk ke supermarket, daftar bahan pemanis buatan ini dengan mudah akan
Anda dapati di bagian komposisi suatu makanan atau minuman manis, seperti halnya
penggunaan Monosodium Glutamat (MSG) yang juga berbahaya bagi kesehatan.
Beberapa penelitian menyebutkan aspartame sama berbahayanya dengan racun sianida
atau pun arsenik yang secara langsung menyerang jaringan syaraf manusia, yang dapat
menyebabkan kelumpuhan bahkan kematian. Hanya saja aspartame bereaksi lebih lama
dari sianida maupun arsenik. Nama arsenik sendiri di Indonesia belakangan kembali
populer seiring tragedi kematian aktivis HAM Munir yang diracun oleh seseorang
dengan penggunaan arsenik.
Di Amerika Serikat, negara besar dengan masalah kesehatan serius salah satunya adalah
masalah obesitas (kegemukan), bahkan kota Houston disebut sebagai kota orang-orang
gemuk AS, berbagai laporan mengenai aspartame cukup mengerikan. Salah satunya
adalah grafik kasus kanker payudara yang menunjukkan peningkatan yang selaras
dengan peningkatan penggunaan aspartame dalam produk makanan jadi. Hal ini kian
memperkuat mengapa pemanis buatan ini harus dicurigai.
Sebelumnya, pemanis buatan berasal dari Saccharin. Zat ini ditemukan pertama kali
pada tahun 1879. Pemanis buatan yang kurang dikenal ini tiba-tiba saja menjadi bahan
pokok warga sipil ketika semua gula yang ada habis karena dikirim ke medan perang
untuk konsumsi para tentara pada Perang Dunia I. Namun saat meletus Perang Teluk
tahun 1991, sakarin tidak lagi digunakan melainkan diganti oleh aspartame. Zat inilah
yang dikirim ke Teluk untuk para tentara dalam bentuk bermacam-macam, antara lain
dalam kemasan softdrink diet soda. Panasnya terik matahari wilayah Teluk
mengkatalisasi proses kimia yang memecah aspartame menjadi komponen-komponen
mautnya. Banyak kalangan curiga jika aspartame adalah biang keladi Gulf War
Syndrome, penyakit yang menggerogoti veteran Perang Teluk dengan gejala-gejala
seperti sakit kepala, gangguan pernafasan, dan rasa lelah yang berlebihan.
Pakar nutrisi Dr. Rita Laibow dalam acara yang sama (lihat tulisan bagian sebelumnya)
dan dalam banyak makalahnya menyatakan jika penggunaan aspartame merupakan
salah satu bagian dari strategi pengurangan populasi dunia, seperti halnya penggunaan
Fluoride dan MSG.
Steroid Bagi Ayam Goreng
Tahukah Anda jika ayam goreng yang biasa kita jumpai di resto-resto fastfood (baca:
junkfood) internasional siklus hidupnya sangat singkat. Dari bentuk telur hingga dewasa
tidak sampai memakan waktu dua bulan! Ini dimungkinkan dengan penyuntikan zat
hormon yang disebut steroid yang kontinyu ke dalam tubuh ayam tersebut.
Hal ini sudah lazim dilakukan peternakan-peternakan ayam potong yang tersebar di
negeri ini, terlebih bagi peternakan-peternakan ayam yang menjadi rekanan kedai-kedai
fastfood seperti McD, KFC, dan sebagainya.
Seorang rekan kami yang pernah bertandang ke lokasi peternakan ayam-ayam tersebut
menyatakan, “Anda akan tidak mau lagi makan ayam goreng di sana jika mengetahui
kondisi ayam-ayam yang ada di peternakannya. Ayam-ayam itu disuntik secara berkala,
terus-menerus, dan dalam waktu yang sangat singkat tumbuh dari anak ayam yang kecil
menjadi ayam dewasa yang sangat tambun, sehingga untuk berdiri dan berjalan saja
tidak mampu. Ayam-ayam tambun hasil suntikan tersebut hanya bisa duduk diam
menunggu diambil untuk dipotong dan dikirim ke gerai-gerai restoran fasfood yang kita
sudah kenal. Ayam-ayam ‘sakit’ itulah yang biasa kita makan di gerai-gerai fasfood
tersebut.”
Dalam film garapan sutradara AS Morgan Spurlock (Super Size Me), disebutkan jika
steroid yang disuntikan ke dalam ayam-ayam tersebut tidaklah hilang saat digoreng,
sehingga steroid tersebut ikut masuk ke tubuh manusia yang memakannya. Hasilnya?
Tubuh manusia yang memakannya sedikit demi sedikit menyimpan hormon
pertumbuhan yang membahayakan tersebut dan tumbuh secara tidak wajar. Kita bisa
melihat betapa di zaman sekarang, anak-anak yang tumbuh di wilayah perkotaan
tubuhnya dengan cepat tumbuh membesar dan beberapa di antaranya menderita obesitas
(kegemukan). Hal ini disebabkan mereka seringkali mengkonsumsi makanan-makanan
yang tidak sehat tersebut.
Tubuh yang cepat besar dan tambun tidak menjamin jika tubuh tersebut sehat. Adalah
fakta jika remaja perkotaan walau tubuhnya besar amat rentan terhadap berbagai jenis
penyakit. Jadi, tubuh yang besar itu mirip dengan ayam di peternakan yang disuntik
hormon steroid.
Part 8
Tahukah Anda jika feminisme dalam perwujudan kongkrit di dalam sistem demokrasi
adalah KUOTA KETERWAKILAN JUMLAH PEREMPUAN dalam struktur
pemerintahan, apakah itu anggota legislatif maupun eksekutif.
Adakah saudari kita yang pernah atau masih memiliki kista di rahimnya? Atau mungkin
itu adik, kakak, isteri, anak, atau bahkan ibu kita? Kista adalah massa atau kantung yang
berisi darah hitam pekat alias darah sangat kotor. Dalam banyak kasus, dokter biasanya
akan merekomendasikan pengangkatan kista lewat jalan operasi. Namun banyak pula,
setelah dioperasi dan diangkat ternyata kista bisa tumguh lagi.
Dalam konsultasi dengan dokter, biasanya kita ditanya apakah pasien atau pengidap
kista sering mengkonsumsi ayam goreng di resto fasfood, atau bahkan lebih detil lagi
seperti apakah sering mengkonsumsi menu chicken wings alias sayap ayam goreng?
Dan biasanya sang pasien akan mengangguk. Jika demikian, sudah jelas, sang pasien
merupakan salah satu korban dari zat kimia atau hormon steroid yang disuntikkan ke
dalam tubuh ayam dan biasanya memang disuntikan lewat bagian sayapnya atau leher.
Dua tempat dalam tubuh ayam itulah yang menyimpan konsentrasi steroid yang paling
banyak, walau seluruh bagian tubuh ayam pun terpapar steroid tersebut.
Tutup mata kita dan buka kembali dengan paradigma yang benar-benar baru.
Pengurangan populasi umat manusia tengah terjadi di sekeliling kita dengan berbagai
cara. Ada konflik, peperangan, penyakit, pembunuhan lewat sistem ekonomi, bencana
alam buatan, ideologi, sistem demokrasi, dan sebagainya. Dan tahukah Anda jika semua
itu terjadi bukan karena faktor kebetulan namun sesuatu yang sudah diskenariokan
dengan matang dan amat rapi jauh-jauh hari?
Adakah Anda percaya jika AS menjadi negara super-power satu-satunya di dunia saat
ini karena faktor kebetulan? Percayakah Anda jika Imperium Soviet Rusia hancur
karena kebetulan? Percayakah Anda jika Zionis-Yahudi berada di belakang semua
kerusakan di muka bumi sejak zaman para nabi hingga sekarang? Di dalam kitab suci
al-Qur’an, Allah SWT telah berkali-kali menyampaikan firman-Nya jika Yahudi
merupakan bangsa perusak, pengkhianat, tidak bisa dipercaya, dan sumber segala
kerusakan di muka bumi. Anda harus percaya dengan hal ini. Kian hari kian terkuak
segala konspirasi Zionis-Yahudi, pewaris kekuatan paganisme purba, dalam
menghancurkan umat manusia lainnya demi mewujudkan ambisinya menciptakan
tatanan dunia baru berdasarkan versinya sendiri.
KUOTA CALEG PEREMPUAN
Satu hal yang mungkin belum pernah terlintas di benak Anda adalah strategi
pengurangan populasi umat manusia lewat jalan penanaman ideologi atau gerakan
ideologi. Feminisme merupakan salah satu gerakan yang melawan fitrah yang diberikan
Allah SWT kepada umat manusia, yang ingin menyamaratakan kedudukan—hak dan
kewajiban—antara laki-laki dan perempuan.
Tahukah Anda jika feminisme dalam perwujudan kongkret di dalam sistem demokrasi
adalah KUOTA KETERWAKILAN JUMLAH PEREMPUAN dalam struktur
pemerintahan, apakah itu anggota legislatif maupun eksekutif. Hal yang paling nyata di
depan kita adakah disetujuinya Kuota jumlah 30% keterwakilan perempuan dalam
badan legislatif di negeri ini dalam Pemilu 2009. Padahal sudah jelas, dengan kian
banyaknya peran perempuan di sektor publik, dengan meninggalkan kewajiban
utamanya sebagai sang pendidik di dalam keluarganya, maka hal ini akan menyebabkan
banyak sekali kerugian di dalam pendidikan angota keluarganya dan juga mengurangi
tingkat fertilitasnya disebabkan kondisi fisik dan otak yang kelelahan.
Ironisnya, ide yang sarat konspiratif dalam menghancurkan sendi-sendi kekuatan
keluarga tersebut didukung sepenuhnya oleh partai-partai politik yang berbasiskan umat
Islam. Adakah mereka paham dengan hal ini dan tidak perduli atau mereka memang
tidak tahu karena kurangnya wawasan dan bahan bacaan?
Adalah BOHONG BESAR jika dikatakan seorang perempuan yang menjadi anggota
legislatif, di mana sering kali pulang sampai dini hari disebabkan banyak mengikuti
rapat, mampu menjadi sang pendidik utama bagi anak-anaknya di rumah, melebihi
“pendidikan” yang diberikan pesawat teve dan lingkungan pergaulannya. Perempuan
jenis ini tanpa disadari –dalam banyak kasus—juga sesungguhnya memperbudak
perempuan lainnya yang dijadikan sebagai pembantu (khadimat) rumah tangganya.
Tiada perempuan yang dianggap berhasil di sektor publik yang tidak lepas dari jasa
khadimat di dalam rumah tangganya.
Bagi yang ingin memperdalam kajian soal ini silakan membaca dua buku sebagai
pengantar yakni “Evolusi Moral” (Sayyid Quthb) dan “Rekayasa demografis dan
globalisasi kerusakan: aspek konspiratif konferensi Kairo dan Beijing” (Ummu Hani,
Yayasan Ibu Harapan). Dua buku ini insya Allah akan bisa membuka cakrawala
kekritisan kita tentang mengapa konspirasi Yahudi Internasional merasa sangat perlu
mengeluarkan para perempuan dari sektor privat ke sektor publik.
Jika kita mengaku sebagai orang yang perduli dengan ayat-ayat Alah, seharusnya kita
wajib mengembalikan posisi perempuan ke tempat yang sangat terhormat sebagai
Ummu Madrasatun ‘Ula, Sang Pendidik Utama di dalam keluarga, jadi bukan
menyerahkan pendidikan anak-anak kita kepada pesawat teve, pembantu, atau guru
yang datang ke rumah kita karena mendapat honor. Kita harus menentang dan menolak
sunnah-Yahudi, walau langkah itu terkesan kurang populer di masa sekarang. Karena
al-haq itu tetaplah al-haq, walau hal itu populer atau tidak.
Di dalam bagian sembilan, akan dipaparkan akhir dari agenda kaum pagan modern ini,
dan ikhtisarnya akan menyusul di bagian ke sepuluh. Insya Allah.
Part 9
Bush sengaja mengakhiri perang pada 1 Mei 2003. Dalam tradisi pagan kuno, tanggal
itu dikenal sebagai Beltane atau Malam Walpurgis. Nama tersebut berasal dari Saint
Walpurga, Dewi Kesuburan Kaum Pagan. Dahulu, setiap tanggal 20 Maret hingga 1
Mei, kaum pagan menggelar ritual menumpahkan darah bagi bumi untuk kesuburan.
Zionis-Yahudi dengan segala hegemoninya atas dunia, dan menunggangi Amerika
Serikat sebagai kapal induk baginya merupakan pewaris paganisme dunia purba.
Pengikut iblis yang dahulu dikenal sebagai The Brotherhood of Snake, Samiri Cabal (di
masa Musa a.s.), Sanhendrin Cabal (di masa Isa a.s.), Biarawan Sion, Knight Templar,
Freemasonry, Theosofie, dan berbagai nama sekarang ini, Bilderberger, CFR, Club of
Rome, IMF, World Bank, The Federal Reserve, dan sebagainya, mengejawantah dan
menyatukan diri di dalam kelompok Zionis Dunia.
Akhir dari agenda mereka adalah membentuk Tata Dunia Baru (The New World Order)
di mana mereka menjadi majikan bagi semua Ghoyim yang ada di dunia. Tujuan akhir
mereka ini telah dipahat dalam lambang negara AS dengan kalimat “Novus Ordo
Seclorum”. Dalam menuju akhir agenda ini, kaum pagan modern melewatinya dalam
berbagai tahap dan setiap peristiwa senantiasa dikaitkan dengan ritual pagan kuno. Mari
kita lihat beberapa peristiwa dunia yang sepertinya tidak memiliki makna apa-apa
namun sesungguhnya bagian dari ritual pagan mereka:
Tahun 2012 merupakan batas waktu bagi modernisasi seluruh sistem militer AS di
Pentagon, batas waktu bagi pencapaian Codex Alimentarius, batas waktu bagi
pencapaian Agenda 21, batas waktu bagi implementasi Perjanjian Kyoto, dan batas
waktu bagi banyak agenda-agenda internasional. Mengapa harus 2012?
Jika Anda lupa, maka bukalah kembali kalender purba suku-suku pagan kuno seperti
kalender Aztec, suku Maya, suku Hopi, suku Kaliyuga, Mesir kuno, dan lainnya.
Kepercayaan paganis mereka, yang diimplementasikan dalam sistem kalendernya
berdasarkan perhitungan rasi bintang dan ramalan-ramalan mistis, meyakini jika tahun
2012 merupakan batas antara Tata Dunia Lama (The Ancient World Order) dengan Tata
Dunia Baru (The New World Order)!
Di zaman purba, suku-suku pagan biasa mengadakan upacara persembahan korban
manusia dan binatang pada dewa-dewi. Dalam budaya pop, film “Apocalypto” besutan
sutradara Hollywood yang anti Yahudi Mel Gibson bisa dijadikan gambaran tentang
upacara mempersembahkan korban manusia. Upacara yang banyak mengucurkan darah
dan menghilangkan nyawa ini diadakan pada momen-momen tertentu. Dalam dunia
sekarang, kaum pagan modern juga melaksanakan upacara sejenis hanya saja dalam
bentuk yang berbeda tapi memiliki esensi yang sama. Beberapa peristiwa biosa
dijadikan contoh:
Pada 20 Maret 2003, Bush melancarkan pemboman terhadap Baghdad tepat pukul 05.15
waktu Bagdad. Serangan itu berlangsung secara massif dan berskala besar hingga
keesokan harinya, 21 Maret 2003. Media-media besar dunia menyebutnya sebagai
“Shock and Awe” (serangan mendadak, dalam bahasa Jerman disebut ‘Blitzkrieg’).
Namun tahukah Anda jika tanggal tersebut dalam agama pagan merupakan perayaan
Hari Ostara, awal musim semi yang dimulai dari pergerakan matahari. Dahulu kala,
suku-suku kuno merayakannya dengan menggelar ritual pemujaan terhadap Gaia—
Dewi Bumi (Mother of Earth)—dengan cara mempersembahkan korban. Sedangkan
kaum Druid merayakan hari itu sebagai Hari Kesuburan dengan menggelar acara
makan-makan (Day of Feast).
Bush sengaja mengakhiri perang pada 1 Mei 2003. Dalam tradisi pagan kuno, tanggal
itu dikenal sebagai Beltane atau Malam Walpurgis. Nama tersebut berasal dari Saint
Walpurga, Dewi Kesuburan Kaum Pagan. Dahulu, setiap tanggal 20 Maret hingga 1
Mei, kaum pagan menggelar ritual menumpahkan darah bagi bumi untuk kesuburan.
Presiden Bush jelas telah mengambil momentum keyakinan pagan kuno tersebut.
Memulai perang yang banyak menumpahkan darah pada 20 Maret dan mengakhirinya
pada 1 Mei.
Bagi yang ingin menelusuri lebih lanjut, tersedia banyak literatur dan data yang
memaparkan kepada kita betapa keputusan-keputusan politik dan ekonomi, juga militer,
yang besar, yang bersifat global, selalu saja dikaitkan atau bertepatan dengan ritualritual
mistis kaum pagan. Akan ada banyak fakta yang akan membuat kita tercengang
dan sulit untuk bisa mempercayainya. Namun itulah yang terjadi. Semua itu hanya akan
berarti bagi manusia yang mau membuka pikirannya terhadap hal-hal yang baru, yang
tidak terkungkung oleh paradigma lama, dan menerima semuanya itu sebagai suatu
wawasan yang akan memperkaya khazanah pengetahuannya.
Hari-hari ini kita tengah berada dalam pelaksanaan agenda kaum pagan modern. Krisis
keuangan yang berawal di Amerika; pilkada yang tiada habis-habisnya menguras energi,
pikiran, dan waktu bangsa ini; industri pornografi; mahalnya buku hingga orang lebih
suka menonton teve; dunia fesyen yang terus berlari; demokrasi yang kebablasan
sehingga partai politik menjadi lembaga elit yang asing dari kebutuhan rakyat banyak;
dan sebagainya. Jangan sangka, semua ini terjadi secara kebetulan. Bagi mereka yang
mau membuka mata, hati, dan pikirannya, maka mereka akan memahami jika semua
manusia sekarang tengah digiring menuju Tata Dunia Baru. Wallaahua'lam.
Subscribe to:
Comments (Atom)